METROPOLITAN

Sabtu, 25 Juni 2011 | 12:30 WIB
(Jakarta Makin Tua)

Atasi Jakarta Tak Cukup Benahi Kemacetan

Mevi Linawati
Atasi Jakarta Tak Cukup Benahi Kemacetan
IST

INILAH.COM, Jakarta - Menjelang pemilukada DKI Jakarta 2012 semua calon Gubernur saling klaim menjadi ahli dalam mengatasi kemacetan Ibukota yang mengular.

Berseliweran nama-nama calon yang memperebutkan posisi Gubernur DKI Jakarta, seperti Triwisaksana dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Priya Ramadhani dari Partai Golkar, Nachrowi Ramli dari Partai Demokrat, hingga Rano Karno dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Para calon yang ada, selalu menjanjikan akan mengatasi kemacetan Jakarta yang mengular. Sebut saja, calon dari Partai Demokrat, Nachrowi Ramli. Dia mengaku mampu mengurai kemacetan ibukota. Untuk mengatasi kemacetan, dia memberikan solusinya yaitu dengan menerapkan transportasi massal.

Demikian juga dengan calon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rano Karno. Konsep yang akan diusung, akan melanjutkan kebijakan Fauzi Bowo yang mengutamakan pengendalian Banjir dan penanganan kemacetan.

Dia mengatakan hal pertama yang harus diperbaiki di Jakarta adalah soal drainase. Drainase berperan untuk membangun transportasi masal seperti kereta bawah tanah memerlukan penanganan banjir yang memadai.

Pemerintah dan Pemerintah Provinsi DKI telah menerapkan kebijakan untuk mengatasi kemacetan. Pemerintah telah pemberlakukan jam operasional angkutan berat dan truk, Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar, pemberlakuan parkir off street dan rencana pembatasan kendaraan dengan plat nomor ganjil genap. Kebijakan tersebut diklaim bisa mengatasi kemacetan Jakarta.

Namun, kebijakan tersebut tidak berjalan mulus. Alih-alih berhasil, kebijakan justru diprotes. Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI akan mengambil kebijakan menaikan tarif angkutan barang 20 persen atas kebijakan pemberlakuan jam operasional truk. Sejumlah juru parkir yang biasa memarkir kendaraan terancam kehilangan pekerjaannya dengan pemberlakuan parkir off street. Lalu apakah masalah Jakarta hilang dengan mengatasi kemacetan? [mvi]

#hut jakarta
BERITA TERKAIT
Polisi Masih Dalami Kasus Pembobolan ATM Bank DKI
Narkoba, Eks Kapolsek Kebayoran Baru Ditahan
Ditresnarkoba PMJ Musnahkan Barbuk 356 Gram Heroin
Gara-gara Program Anies Ramai Ingin Jadi Warga DKI
Pagi Ini, Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan
Polisi Selidiki Pembongkaran Portal Sungai Turi
Hari Ini Cuaca Jakarta Cerah Berawan

kembali ke atas