EKONOMI

Sabtu, 25 Juni 2011 | 12:41 WIB

12 Tahun, Penemuan Ladang Minyak RI Hanya Satu

Tio Sukanto
12 Tahun, Penemuan Ladang Minyak RI Hanya Satu
Pengamat Perminyakan, Kurtubi IST

INILAH.COM, Jakarta Pengamat Perminyakan, Kurtubi mengaku sangat kecewa dengan produksi minyak nasional saat ini, di mana dari target yang ditetapkan dalam APBN 2011 sebesar 970 ribu barel per hari (bph) namun saat ini hanya bisa dipenuhi sebesar 906 barel per hari.

Pemerintah semestinya bisa memenuhi target lifting minyak yang ditetapkan dalam APBN 2011 itu, bahkan kalau bisa lebih. Caranya adalah dengan memperbanyak atau meningkatkan ekplorasi lapangan baru dan memaksimalkan produksi minyak, ujar Kurtubi kepada INILAH.COM di Jakarta Sabtu (25/6).

Tapi untuk saat ini yang mungkin bisa untuk menutupi kekurangan produksi minyak tersebut adalah lapangan blok Cepu. Sebab kalau blok itu bisa dimaksimalkan produksinya bisa mencapai 20.000 barel per hari, tambah Kurtubi.

Kurtubi menjelaskan, menurunnya produksi minyak bukan saja disebabkan oleh faktor sumur tua, akan tetapi minimnya investasi di bidang minyak dan gas (migas) juga sangat mempengaruhi. Kurtubi mencontohkan, dalam 12 tahun terakhir dari data pemerintah/BP Migas hanya ada satu sumur baru yang bisa ditemukan oleh pemerintah. Sumur/lapangan tersebut yaitu, blok Cepu. Kenapa produksi minyak dan investasi migas menjadi melorot. Itu karena tata kelola yang salah. Tata kelola salah yang bagaimana, ya karena undang-undang migas tahun 2001. Oleh sebab itu, jika kita ingin meningkatkan produksi minyak, investasi migas cabut segera undang-undang tersebut, tukas dia.

Sebab, lanjut dia, di negara mana pun di dunia penghasil minyak tidak ada lembaga yang mengatur sistem ini. Inilah yang bikin investasi jadi ribet. Jadi mudah saja, serahkan saja semua urusan migas kepada perusahan minyak, negara pasti beres. Malaysia punya Petronas, Arab punya Aramco, Indonesia yang punya Pertamina, katanya sambil berseloroh. [cms]

#ladang minyak #kurtubi
BERITA TERKAIT
Jelang Liburan, KAI Expo 2019 Tawarkan Promo Tiket
Vimala Hills dari APL Ikon Hunian Kawasan Puncak
(Lomba Gambar) BKP Kementan Gugah Pelajar Cintai Pangan Lokal
Mentan SYL Ajak Masyarakat Cintai Pangan Lokal
Optimalkan Lahan, Mentan Sarankan Intercropping
Pernyataan Ari Tak Akan Mundur dari Dirut Beredar
DPR Desak Jiwasraya Bayar Kewajiban ke Nasabah

kembali ke atas