GAYA HIDUP

Rabu, 29 Juni 2011 | 10:22 WIB

Inilah Negara Paling Membahayakan Perempuan

Dahlia Krisnamurti
Inilah Negara Paling Membahayakan Perempuan

INILAH.COM,Jakarta - Tidak selamanya negara aman bagi kaum perempuan. Ini terbukti dari studi baru yang menunjukkan, ada beberapa negara yang diklaim membahayakan kaum Hawa.

Jajak pendapat yang dilakukan Thomson Reuters Foundation menyimpulkan Afganistan merupakan negara yang paling membahayakan di dunia bagi perempuan, disusul Kongo, India, dan Somalia.

Jajak pendapat ini membuat peringkat setiap negara berdasarkan enam faktor, yakni kesehatan, diskriminasi dan ketiadaan akses terhadap berbagai sumber daya, praktek budaya dan agama, kekerasan seksual, perdagangan manusia, serta konflik kekerasan.

Afganistan

Berlanjutnya konflik, serangan udara NAT0 (Pakta Pertahanan Atlantik Utara), dan kombinasi praktek budaya telah membuat Afganistan menjadi tempat yang sangat berbahaya bagi perempuan, kata Antonella Notari, Ketua Women Change Makers, kelompok pendukung perempuan sebagai pengusaha di dunia.

Sasaran kekerasan yang menentang pekerja perempuan di sektor publik, suramnya kesehatan, dan kemiskinan yang teramat menyedihkan telah menempatkan Afganistan sebagai negara paling berbahaya di dunia bagi setiap jiwa yang lahir sebagai perempuan.

Kongo

Adapun Kongo dinilai sebagai negara dengan level kekerasan seksual yang mengerikan. Menurut satu penelitian di Amerika Serikat baru-baru ini, lebih dari 400 ribu perempuan diperkosa setiap tahun. PBB menyebut Kongo sebagai 'ibu kota pemerkosaan dunia'.

Kalangan aktivis hak asasi menyebutkan semua usia menjadi sasaran kelompok-kelompok milisi dan tentara. "Mereka gang pemerkosa, memerkosa dengan bayonet dan senjata serta mengarahkan senjatanya ke vagina para perempuan."

India

Negara superwoman di bidang ekonomi ini masuk dalam dereten negara yang membahayakan kaum perempuan karena tingginya tingkat pembunuhan bayi perempuan dan perdagangan manusia untuk bisnis seks.

Somalia

Risiko terbesar untuk nyawa wanita di negara ini bukanlah untuk berperang, sebaliknya kelahiran. Menurut PBB, seorang wanita akan mati untuk setiap 100 kelahiran.

"Hal yang paling berbahaya untuk seseorang wanita di Somalia adalah kematian yang disebabkan kehamilan," kata Maryan Qaslim, Menteri Wanita Somalia.

"Bila seseorang wanita sedang hamil (di Somalia), maka yang selamat ketika melahirkan hanyalah 50% karena kurangnya perawatan wanita hamil yang sakit dan tidak adanya program kesehatan dan bahkan langsung tidak ada usaha pun," ungkapnya. [mor]

#negara #perempuan #india #afganistan
BERITA TERKAIT
Enam Penyebab Infertilitas pada Perempuan
(Hebat) Ini Perempuan Pertama yang ke Lingkar Arktik
Gersha Jagwani, Perempuan Muda Duta Thalassaemia
Cara Pencegahan Penularan Pneumonia
Tak Boleh Sembarangan Gunakan Vaksin Pneumonia
Waspada Terhadap Pneumonia dari Wuhan
Jangan Panik, Yuk Kenali Pneumonia

kembali ke atas