EKONOMI

Rabu, 29 Juni 2011 | 16:56 WIB
(Lagarde Jadi Bos IMF)

Sinyal Ketidakkompakan Negara Berkembang

Mosi Fajarwati Retnani
Sinyal Ketidakkompakan Negara Berkembang
Christine Lagarde IST

INILAH.COM, Jakarta - Terpilihnya Christine Lagarde sebagai bos International Monetary Fund (IMF) mensinyalkan negara berkembang dalam IMF belum kompak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, ketika dikonfirmasi mengenai terpilihnya Lagarde. Menurutnya, kemenangan Lagarde bukanlah hal yang mengejutkan.

"Kemenangan tidak mengejutkan karena Eropa masih ingin dominan," ungkapnya melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (29/6). Ia berharap, Lagarde tetap dapat memperhatikan Asia dan negara-negara berkembang terutama Indonesia.

Hal ini sehubungan dengan Indonesia sebagai anggota forum ekonomi G-20 mewakili negara berkembang yang menjadi pusat pertumbuhan. G-20 memperjuangkan kestabilan ekonomi dan antisipasi krisis global. "Melalui terpilihnya Lagarde, diharapkan apa yang diperjuangkan lewat G-20 dapat terealisasi," ungkapnya.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Prancis Christine Lagarde resmi terpilih menjadi Managing Director IMF pada Selasa kemarin. Perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi di IMF ini diharapkan bisa menyelesaikan krisis utang yang terjadi di Yunani yang mengguncang stabilitas dari zona Euro.

Perempuan berusia 55 tahun yang juga ibu dari dua anak yang juga menjadi Menteri Keuangan Perancis pada 2007 dipilih oleh sebanyak 24 anggota dewan eksekutif. Amerika Serikat, stakeholder IMF terbesar dengan hampir 17 persen dari suara. Sebelum terpilihnya Lagarde, beberapa kandidat lain sempat mencuat. Agustin Carstens dari Meksiko merupakan saingan terberat Lagarde.

Kendati demikian Lagarde harus mendapatkan dukungan dari kekuatanbaru seperti China dan Rusia, di mana kekhawatiran atas stabilitas zona Euro disertai oleh kekhawatiran bahwa dia akan terlalu fokus pada Eropa, dan tidak mampu mengambil sikap netral.

#bkf #managing director imf #christine lagarde
BERITA TERKAIT
Mentan Bangga UPBS Ayam KUB Entaskan Kemiskinan
TTIC Kementan Hadir di Papua Sediakan Pangan Murah
Arya: Maling Duit Jiwasraya Harus Diadili
Produksi Migas, Pertamina Optimis 910 Ribu MBOEPD
Inilah Harapan Menteri Siti untuk Anggota Pramuka
Industri Oleokimia Melesat Perlu Dukungan Negara
Pemerintah Diminta Sosialisasi Asuransi Pertanian

kembali ke atas