NASIONAL

Kamis, 30 Juni 2011 | 00:05 WIB
(Pembunuhan Istri Perwira Polda Kepri)

Saksi: Mayat Istri Perwira Diseret Pembantunya

Saksi: Mayat Istri Perwira Diseret Pembantunya
Ilustrasi

INILAH.COM, Batam - Runtutan peristiwa yang coba dirangkai polisi dalam rekonstruksi kejadaian kasus pembunuhan istri perwira Polda Kepri, Putri Mega Umboh berbeda dengan yang diungkapkan saksi mata.

Dalam rekonstruksi adegan terakhir yang digelar di rumah korban, Perumahan Anggrek Mas 3, Selasa (28/6/2011) kemarin, terungkap usai dibunuh korban dimasukan ke dalam koper.

Kepada tim gabungan Ditreskrim Polda Kepri dan Satreskrim Polresta Barelang, empat orang tersangka, yaitu Rosma, pembantu korban; Ujang, pacar Rosma, dan dua orang Satpam yang terlibat dalam pembunuhan itu.

Mereka menunjukan membawa jasad korban dalam koper warna merah dengan cara diangkat dan diseret hingga memasukkanya ke dalam pintu tengah mobil Nissan X Trail warna hitam BP 24 PM yang terparkir di garasi rumah.

Selanjutnya, keempat tersangka tersebut kembali ke dalam rumah. Selanjutnya tampak Rosma kembali keluar membawa kain pel untuk membersihkan darah yang tercecer di lantai teras dan di dalam rumah. Rosma kembali mengepel, karena masih ada darah yang tersisa, dan kembali ke dalam sambil menutupi pintu rumah dengan rapat.

Beberapa saat keempat tersangka sadis ini berada di dalam rumah, keempatnya kembali keluar, bersama anak korban Kesya (3) yang berada di gendongan Rosma. Dan seterusnya bergegas meninggalkan rumah korban menggunakan kendaraan tersebut.

Namun adegan rekontruksi berbeda dengan apa yang dilihat oleh seorang saksi mata yang bernama Nik, yang turut dihadirkan dalam rekontruksi itu. Nik adalah pekerja bangunan yang sedang ikut dalam pekerjaan membangun rumah tepat di depan rumah korban.

Menurut pengakuan Nik seperti yang dikutip INILAH.COM dari batamtoday, pada saat kejadian, Jumat (24/6/2011) sekitar pukul 10.00 WIB dirinya sedang mengayak pasir di depan rumah tempat dia bekerja.

Saat itulah Nik melihat tersangka Rosma keluar dari rumah dengan menyeret koper merah ke posisi dekat dengan mobil, dan kemudian memasukkan koper merah itu sendirian ke pintu tengah mobil.

"Kelihatannya berat sekali koper itu, dia menyeret koper itu dan mendekatkan ke pintu tengah mobil yang telah dibuka dan selanjutnya mengangkat bagian bawah koper dan setelah berada didalam mobil koper itu selanjutnya digulingkan karena berat," terang Nik.

Tidak ada kecurigaan pada saat itu, lanjut Nik, dia mengira tersangka Rosma mengangkat koper itu karena hendak pulang kampung. Biasanya Nik selalu melihat Rosma keluar rumah bersama-sama majikannya Putri dan Kesya.

"Saya kira dia mau pulang kampung, habis sendirian tidak seperti biasanya," lanjut Nik.

Selanjutnya dia tidak memperhatikan lain kejadian di rumah itu apalagi melihat tersangka lain seperti ada dalam rekonstruksi kemarin.[iaf/batamtoday]

#pembunuhan #istri perwira
BERITA TERKAIT
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Pantai Selok Anyar
Eks Ketum PPP Rommy Divonis 2 Tahun Penjara
Menhan Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar
DPR Sepakat KKB Diredefinisi Organisasi Teroris
Sambangi SKK Migas, Kapolri Siap Tindak Mafia
Pimpinan KPK Temui Pimpinan Komisi III
Bertemu Yusril, Ketua DPD Bahas Sejumlah Isu

kembali ke atas