PASAR MODAL

Jumat, 01 Juli 2011 | 16:11 WIB

ASII Pimpin Rekor IHSG Lampaui 3.900

Asteria
ASII Pimpin Rekor IHSG Lampaui 3.900
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta- Akhir pekan ini, IHSG mencatatkan rekor tertinggi barunya di atas level 3.900, dipimpin saham ASII. Derasnya aksi beli asing terhadap saham unggulan menjadi katalisnya.

Pada perdagangan Jumat (1/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 38,53 poin (0,99%) ke level 3.927,09, dengan intraday tertinggi di 3.956,77 dan terendah di 3.888,20. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang naik 8,21 poin (1,2%) ke 698,85.

Indeks sepanjang perdagangan berada di zona positif, dengan grafik terus menanjak. Dibuka menguat 1,00% ke level 3.927, indeks terus naik hingga pada sesi pertama bertengger di angka 3.948. Meski sempat ada profit taking, IHSG berhasil mengukir rekor di angka 3.927.

IHSG masih melanjutkan penguatan, dengan profit taking pada sesi kedua. Hal ini karena return yangcukup tinggi dalam 8 hari perdagangan terakhir yakni 4,4%. Sentimen positif berasal Parlemen Yunani yang menyetujui rencana penghematan Yunani guna mencegah gagal bayar utang,ujar analis Bumiputera Capital, Ridwan Novayanto.

Bursa AS ditutup menguat lebih dari 1% dikarenakan persetujuan parlemen Yunani terhadap paket pengetatan anggaran yang diajukan pemerintah serta membaiknya sejumlah data AS. The Institute for Supply Management-Chicago, melaporkan pertumbuhan bisnis AS yang tinggi untuk Juni, sementara consumer confidence mencatat level tertinggi dalam 10 pekan.

Rebound-nya indeks Dow Jones secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi pergerakan bursa regional termasuk di Indonesia sendiri, ujarnya.

Sedangkan dari dalam negeri, rilisnya data inflasi Juni yang melambat untuk lima bulan berturut-turut menjadi kabar baik. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan mulai mereda.

Pada Juni 2011, inflasi tercatat sebesar 0,5%. Sedangkan inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2011) mencapai 1,06%, year on year (Juni 2011 dari Juni 2010) turun ke 5,54% dari 5,98% karena pada Juni 2010 angka inflasi 0,97%. Adapun inflasi inti tercatat 0,33% dan inflasi inti YoY 4,63%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi tercatat sebesar 2,104 miliar lembar saham, senilai Rp 5,462 triliun dan frekuensi 108.468 kali. Sebanyak 127 saham naik, 96 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Aksi beli asing mengkontribusi penguatan bursa, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp758 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp2,331 triliun dan transaksi jual mencapai Rp1,572 triliun.

Hampir semua sektor menguat, kecuali sektor infrastruktur dan perdaganga. Sedangkan sektor aneka industri melonjak 3,05%, disusul sektor manufaktur 1,8%, finansial 1,7%, konsumsi 1,3%, industri dasar 1,1%, dan tambang 0,9%.

Saham Astra Internasional (ASII) melesat Rp 2.000 ke Rp 65.550 dan memimpin kenaikan emiten lain. Lonjakan saham ASII terjadi setelah CLSA Asia Pacific Markets menaikkan estimasi target harga saham sebesar 17% menjadi Rp 75.000. Beberapa emiten yang menguat lainnya adalah Lion Metal (LION) naik Rp 1.100 ke Rp 5.550, Indospring (INDS) naik Rp 900 ke Rp 5.850, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 21.200.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.150 ke Rp 28.750, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 24.500, Japfa (JPFA) turun Rp 275 ke Rp 4.700, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 23.250.

Bursa regional Asia didominasi penguatan. Hanya indeks Komposit Shanghai yang turun tipis 2,71 poin (0,10%) ke level 2.759,36. Indeks Nikkei 225 menguat 51,98 poin (0,53%) ke level 9.868,07 dan indeks Straits Times naik 11,60 poin (0,37%) ke level 3.132,04. Bursa Hong Kong hari ini tutup karena libur. [mdr]

#IHSG
BERITA TERKAIT
Hasil OPEC+ Picu Kenaikan Harga Minyak Mentah
Data Ekonomi Mampu Bawa Dow Cetak Rekor Tertinggi
Apa Harapan dari Pertemuan OPEC+ ?
Saham Garuda Masih Terbebani Kasus Onderdil Moge
Bursa Saham Asia Naik Respon Negosiasi Tarif
IHSG Berani Naik 0,5% ke 6.186,86
AS Keberatan Bank Dunia Pinjam Dana dari China

kembali ke atas