EKONOMI

Jumat, 01 Juli 2011 | 16:35 WIB

Menkeu Berharap AS Tetap Ekspor Film ke RI

Mosi Retnani Fajarwati
Menkeu Berharap AS Tetap Ekspor Film ke RI
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengajak AS untuk tetap mengeksor film ke Indonesia.

Menkeu mengungkapkan, pada tiga hari lalu dirinya telah melakukan pertemuan dengan duta besar AS. Pembahasannya soal impor film asing oleh Indonesia, terutama impor dari kelompok Motion Pictures Association (MPA). Pasalnya, masih ada importir film lain yang tidak terbentur tunggakan royalti film.

Ia melanjutkan, dengan adanya diskusi tersebut akan memperjelas kondisi industri film asing di Indonesia. Menkeu juga berharap dapat sekaligus menepis kabar-kabar negatif yang beredar soal kebijakan impor film pemerintah Indonesia.

"Kelompok MPA dan saya menyambut baik diskusi yang ada. Pihak Amerika menjadi lebih jelas bahwa Indonesia tidak ada masalah terkait dengan eksportir ataupun produsen film di Amerika, ataupun pemerintah Amerika. Tetapi memang ada issue yang harus diselesaikan terkait dengan importir yang selama ini terdaftar sebagai importir film Amerika dari kelompok MPA," paparnya di kantor Ditjen Anggaran Kemenkeu, Jumat (1/7).

Dalam pertemuan itu, lanjutnya, juga dihadiri sama dubes Amerika yang mendengarkan paparan dari Menkeu. Walaupun seharusnya juga ada paparan dari Menbudpar soal kemungkinan kerjasama. "Kalau seandainya bisa dilakukan realisasi itu tentu akan membuat masyarakat Indonesia sambut gembira dan juga produsen film di Amerika juga melihat perkembangan yang baik," jelasnya. [hid]

#film asing #bea cukai #pajak film #Agus Martowardojo
BERITA TERKAIT
Apkasi Dorong Investasi Merata Seluruh Indonesia
(Tingkatkan Pengawasan) Bea Cukai Soekarno-Hatta Sinergi Bersama Kemenlu
Bea Cukai Medan Angkat Potensi Industri Domestik
Bea Cukai-Pemda Bicara Bagi Hasil Cukai Tembakau
Airlangga Paparkan Langkah Menuju Ekonomi Inklusif
Subsidi LPG 3Kg Dikurangi, Kadin Usulkan Begini
BI Prediksi Pertumbuhan 2019 Kurang 5,1 Persen

kembali ke atas