METROPOLITAN

Jumat, 01 Juli 2011 | 17:42 WIB

Polda Setengah Hati Bongkar Pembobolan CIMB Niaga

Abdullah Mubarok
Polda Setengah Hati Bongkar Pembobolan CIMB Niaga
IST

INILAH.COM, Jakarta - Berbeda dengan kasus Citibank yang melibatkan Malinda Dee dan kasus pembobolan rekening Elnusa di Bank Mega, kepolisian bertindak cepat dan terlihat sangat profesional. Namun, dalam kasus pembobolan Bank CIMB Niaga yang mencapai Rp200 miliar lebih ini, Polda Metro Jaya terkesan setengah hati dalam mengusut kasus ini.

Kasus ini bermula dari pengajuan kredit PT. Nurama Indotama yang diajukan oleh Direktur Utama Umi Kalsum ke Bank CIMB Niaga untuk mendapatkan fasilitas pinjaman.

Dalam pengajuan kredit tersebut Umi Kalsum memalsukan tanda tangan surat persetujuan suami, Nursyaf Effendi. Bahkan tidak hanya itu, dalam memuluskan pencairan kredit tersebut Drg.

"Umi Kalsum juga telah memalsukan beberapa dokumen pendukung sebagai persyaratan dalam pengajuan kredit tersebut, ujar kuasa hukum Nursyaf, Royke Barce Bagalatu di Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Umi Kalsum juga menurutnya memalsukan NPWP Badan PT. Nurama Indotama sehingga pada saat dilakukan pengecekan bank untuk pengajuan kredit tidak terdeteksi adanya kredit dari PT. Nurama Indotama. Padahal sebelumnya PT. Nurama Indotama telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank BNI.

Surat direksi Telkom juga dipalsikan sehingga Standing Instruction tentang pembayaran yang seharusnya masuk ke Bank BNI berpindah ke Bank CIMB Niaga. Selain itu, jaminan yang menjadi agunan dan diajukan ke Bank CIMB Niaga masih menjadi objek agunan di Bank BNI, yaitu 500 tower telekomunikasi milik PT. Nurama Indotama, ujarnya.

Terkait dengan pemalsuan Surat Persetujuan Suami sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan fasilitas pinjaman menurut Roy Bagalatu telah telah dilaporkan oleh Nursyaf Effendi ke Kepolisian Daerah Metro Jaya dengan laporan Polisi nomor: LP/2590/VIII/2010/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 27 Agustus 2010. Saat ini Umi Kalsum telah berstatus tersangka dan tidak dilakukan upaya penahanan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Hampir setahun kasus ini berproses di kepolisian dan ditangani oleh Direktorat Kriminal Umum Satuan I Kamneg Unit IV Polda Metro Jaya. Namun hingga saat ini kasus tersebut terkesan jalan di tempat. Padahal sesuai dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima oleh Nursyaf Effendi telah dengan jelas menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan Laboratoris Forensic Polri terhadap surat persetujuan suami tanda tangan dengan hasil pemeriksaan NON IDENTIK jelasnya.

Pencucian Uang

Menurutnya, Penyidik Polda Metro Jaya juga tidak berusaha untuk mengembangkan kasus ini sebagai kasus kejahatan perbankan dan pencucian uang, padahal ada dugaan kuat bahwa Bank CIMB Niaga telah melanggar prinsip kehati-hatian perbankan (Prudent Banking Principle) dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan otoritas Bank CIMB Niaga dalam likuiditas dana kredit tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip kehati-hatian perbankan dalam pencairan dana kredit.

Hal ini semakin nyata terbukti dimana Bank CIMB Niaga tidak mengajukan tagihannya dalam rapat kreditor terkait dengan di pailitkannya PT. Nurama Indotama di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Padahal lazimnya suatu kepailitan, kreditor yang memiliki tagihan sudah seharusnya mengajukan tagihannya dalam rapat kreditor. Hal ini semakin menegaskan bahwa kredit PT. Nurama Indotama di Bank CIMB Niaga tersebut adalah kredit bermasalah, tegasnya.

Terkait dengan tidak ditahannya saudari Umi Kalsum dan tidak dikembangkannya kasus ini sebagai kasus kejahatan perbankkan/pencucian uang.

Besar kemungkinan ada partai politik tertentu yang membacking dan berusaha menghalang-halangi upaya penyidikan kasus ini. Hal ini dipertegas dengan belum dilimpahkannya kasus ini ke kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, tegasnya. [bar]

#cimb niaga #pembobolan
BERITA TERKAIT
(Antisipasi Mudik Natal dan Tahun Baru) Polisi Rekayasa Jalur Tol Layang Jakarta-Cikampek
Disbudpar DKI Gelar Anugerah Adikarya Wisata 2019
Pria Ini Diduga Jatuhkan Diri Dari Underpas Senen
Prakiraan Cuaca Ibu Kota Jelang Akhir Pekan
Kamera eTLE Mulai Rekam Pelanggaran di Tol
2020, Kamera eTLE Mulai Rekam Pelanggar Lalin
58 Personel Polres Jakbar Raih Pin Emas Kapolri

kembali ke atas