METROPOLITAN

Sabtu, 02 Juli 2011 | 02:32 WIB
(Perselingkuhan di Balik Pembobolan CIMB Niaga (2))

Di Ranjang Umi Bertingkah Aneh

Abdullah Mubarok
Di Ranjang Umi Bertingkah Aneh
IST

INILAH.COM, Jakarta - Kasus pembobolan Bank CIMB Niaga yang telah mengakibatkan kerugian mencapai Rp 200 Milyar lebih, ternyata dibaliknya ada sebuah kisah perselingkuhan sepasang suami istri Nursyaf Effendi dan Umi Kalsum.

Gelagat Umi Kalsum, istri Nursyaf Effendi, memiliki pria idaman lain mulai terlihat pada 2009. Salah satu sikap Umi yang dibeberkan oleh Nursyaf ketika tidur di atas ranjang.

"Kalau tidur, telungkup. Nggak mau dia (Umi) lihat muka kita," ujar Nursyaf saat berbincang dengan INILAH.COM, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Tidak ada raut sedih atau tetesan air mata Nursyaf saat curhat soal rumah tangga. Ia sama sekali tidak malu menceritakan perselingkuhan istrinya.

Nursyaf mengatakan Umi berani memalsukan tanda tangan dirinya untuk pengajuan kredit di Bank CIMB Niaga. Kala itu, Umi menjabat sebagai Direktur Utama PT Nurama Indotama.

"Saya sebagai pemilik perusahaan. Untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dibutuhkan persetujuan saya, apalagi saya suaminya," katanya.

Nursyaf benar-benar tidak menyangka apa yang dilakukan oleh istrinya. Sekitar 500 tower telekomunikasi milik PT Nurama Indotama dijadikan anggunan. Padahal, ratusan tower tersebut sudah dijadikan anggunan ke Bank BNI.

"Saya menduga ada yang menghasut dia (Umi). Si T itu saya menduga. Usaha itu saya bangun dengan keringat dan darah. Sekarang saham perusahaan itu sudah dipegang dia semua," ujarnya.

Kasus pembobolan Bank CIMB Niaga yang telah mengakibatkan kerugian mencapai Rp 200 Milyar lebih ini bermula dari pengajuan kredit PT. Nurama Indotama yang diajukan oleh Direktur Utama Umi Kalsum ke Bank CIMB Niaga untuk mendapatkan fasilitas pinjaman. Dalam pengajuan kredit tersebut Kalsum memalsukan tanda tangan surat persetujuan suami, Nursyaf Effendi. Bahkan tidak hanya itu, dalam memuluskan pencairan kredit tersebut Umi Kalsum juga telah memalsukan beberapa dokumen pendukung sebagai persyaratan dalam pengajuan kredit tersebut.

Umi Kalsum juga memalsukan NPWP Badan PT. Nurama Indotama sehingga pada saat dilakukan pengecekan bank untuk pengajuan kredit tidak terdeteksi adanya kredit dari PT. Nurama Indotama. Padahal sebelumnya PT. Nurama Indotama telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank BNI.

Nursyaf Effendi telah melaporkan kasus ini ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Umi Kalsum juga sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2010 lalu, namun penyidik Polda Metro Jaya tidak melakukan upaya penahanan. Untuk itu lah Nursyaf berharap perempuan yang telah mengkhianatinya itu segera ditindak polisi.[bersambung/iaf]

#pembobolan bank #cimb niaga
BERITA TERKAIT
Masyarakat Papua-Betawi Pererat Silaturahmi
(Antisipasi Mudik Natal dan Tahun Baru) Polisi Rekayasa Jalur Tol Layang Jakarta-Cikampek
Disbudpar DKI Gelar Anugerah Adikarya Wisata 2019
Pria Ini Diduga Jatuhkan Diri Dari Underpas Senen
Prakiraan Cuaca Ibu Kota Jelang Akhir Pekan
Kamera eTLE Mulai Rekam Pelanggaran di Tol
2020, Kamera eTLE Mulai Rekam Pelanggar Lalin

kembali ke atas