METROPOLITAN

Senin, 04 Juli 2011 | 20:47 WIB

Commuter Line, Kebijakan yang Terburu-buru

Wahyu Praditya Purnomo
Commuter Line, Kebijakan yang Terburu-buru
inilah.com/Ardy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Pemberlakuan kebijakan Single Operator oleh PT KAI dianggap terlalu dini, sehingga dampak ketidakyamanan pengguna Commuter Line pun banyak dirasakan. Terburu-burunya penerapan ini membuat pelayanan terhadap masyarakat belum maksimal.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Azas Tigor menilai kebijakan uji coba single operation ini terlalu terburu-buru dan tidak matang. "Kebijakan ini tidak terkonsep. Baik regulator maupun operator sebenarnya tidak siap, sehingga pelayanan yang diberikan tidak maksimal," kata Tigor.

Ia meminta kebijakan tersebut dikaji ulang bersama penumpang dan Pemprov DKI Jakarta. "Selama ini Pemprov DKI tidak pernah dilibatkan dalam kebijakan transportasi kereta api. Padahal transportasi kereta api ini dibuat untuk kebutuhan penumpang di Jakarta," jelasnya.

Ia melihat selama ini terdapat ego sektoral antara pemerintah pusat dalam hal ini PT KAI dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Padahal, kebutuhan masyarakat pengguna kereta juga harus diketahui betul, sehingga kebijakan yang dibuat tidak malah memberatkan.

Sebagaimana diberitakan, pengoperasian kereta Commuter dengan menggunakan sistem single operation dan mengharuskan setiap kereta berhenti di setiap stasiun banyak dikeluhkan pengguna jasa kereta api. Mereka menganggap, perpanjangan waktu tempuh dan kian banyaknya penumpang, menjadi sebuah kendala yang merugikan. [tjs]

#sutarman #commuter line
BERITA TERKAIT
Gara-gara Program Anies Ramai Ingin Jadi Warga DKI
Pagi Ini, Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan
Polisi Selidiki Pembongkaran Portal Sungai Turi
Hari Ini Cuaca Jakarta Cerah Berawan
(Teror Ait Keras Di Jakarta Barat) Pelaku Siram Korban Dengan Soda Api, Ini Efeknya
Polisi Tangkap Pelaku Teror Air Keras Di Jakbar
Kapolda Metro: Bahaya Medsos, Orang Jadi Radikal

kembali ke atas