NASIONAL

Senin, 04 Juli 2011 | 23:30 WIB

Panja Mafia Pemilu: Ada Permainan Uang Surat Palsu

R Ferdian Andi R dan Laela Zah
Panja Mafia Pemilu: Ada Permainan Uang Surat Palsu
IST

INILAH.COM, Jakarta - Panitia Kerja Mafia Pemilu yang baru dua pekan bekerja telah menyimpulkan adanya dugan permainan uang dalam penerbitan surat palsu keputusan Mahkamah Konstitusi.

"Meski harus dibuktikan terlebih dulu, tapi saya meyakini bahwa terjadi permainan uang di balik pemalsuan dan penggelapan surat MK," kata anggota Panja Mafia Pemilu Abdul Malik Haramain, melalui siaran pers yang diterima INILAH.COM, Senin (4/7/2011).

Malik menjelaskan, dugaan ini muncul dari keterangan salah satu anggota KPU, I Gusti Putu Artha. "Menurut Pak Putu, Dewi Yasin Limpo pernah minta dirinya untuk membantu mendapatkan kursi di Dapil I Sulsel dengan konsesi sejumlah uang Rp3 miliar," kata Malik.

Namun tawaran itu ditolak Putu dan rencana itu tidak berlanjut. Namun tawaran itu diduga dialihkan ke anggota KPU lainnya. "Karena itu, untuk mengungkap dugaan ini, Polisi harus lebih aktif menelusuri dugaan ini," kata Malik.

Dugaan pemalsuan surat ini, lanjut dia, syarat dengan uang suap dan melibatkan aktor intelektual yang memiliki kepentingan dengan kursi DPR tersebut.

"Panja harus kembali memanggil KPU untuk menelusuri kasus ini, juga untuk mengkonfirmasi perkembangan data yang muncul, terutama menyangkut masuknya (via fax KPU) surat 112 tertanggal 14 agustus (palsu). Kabiro hukum KPU sempat melacak no fax penerima surat tersebut," beber Malik. [tjs]

#suap #uang #permainan #surat palsu #panja mafia pemil
BERITA TERKAIT
Ferdinand Singgung Dahnil Anzar Soal Gaji
Temuan Tulang, Polisi Sisir Sungai Brangkal
Gibran Maju Pilwako, Dinilai Munculnya Dinasti
PKS Sarankan Gibran Kembangkan Bisnisnya
Potongan Tulang Manusia di Mojokerto Sejak 2004
PKS Harap Gibran Tak Seperti Putra Mantan Presiden
Waspadai Cuaca Ekstrem di Banyuwangi

kembali ke atas