EKONOMI

Senin, 11 Juli 2011 | 17:37 WIB

Konversi Energi, KESDM Minta Tambah Dana Rp5,5 T

Tio Sukanto
Konversi Energi, KESDM Minta Tambah Dana Rp5,5 T
Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp5,55 triliun, untuk rencana kegiatan dan anggaran 2011.

Dengan adanya tambahan ini maka total anggaran kementerian menjadi Rp20,85 triliun atau naik 27% dari yang sebelumnya Rp15,3 triliun, ungkap Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta Senin (11/7).

Darwin menjelaskan, tambahan dana tersebut rencannya akan digunakan kementerian untuk kegiataan pengelolaan barang milik negara atau KKKS dan PKP2B sebesar Rp65 miliar. Sementara untuk konversi energi di Dirjen Migas sebesar Rp3,9 triliun. Sedangkan untuk kegiatan listrik murah dan hemat untuk rakyat sebesar Rp1,6 triliun.

Berkenan dengan usulan tersebut, dapat dijelaskan bahwa kegiatan pengelolaan barang milik negara, KKKS dan PKP2B diusulkan karena selama ini belum tersedia data tentang seluruh aset yang terintergrasi dan mutahir, tukas Darwin.

Akibat dari hal itu lanjut Darwin sehingga peneulusuran datanya sering sulit dilacak. Untuk realisai anggaran belanja kementerian esdm sampai akhir Juni adalah Rp1,9 triliun rupiah atau 12,47% dari pagu anggaran 15,3 triliun rupiah.

Rendahnya realisasi anggaran tersebut, disebabkan karena sebagian besar atau 74,3% anggaran merupakan belanja modal dan pembangunan fisik, hingga realisasi akan meningkat tajam pada triwulan ke empat. Prognosa saat ini sampai akhir 2011 belanja Kementerian ESDM dapat capai sebesar 95, 85% sejalan dengan realisasai belanja modal dan pembangunan fisik itu. [hid]

#kesdm #rapbn-p #konversi energi #kkks #tdl #Darwin Sal
BERITA TERKAIT
KKKS Males Jual Minyak ke Pertamina karena Pajak
Siapa KKKS Siap Jual Minyak ke Pertamina?
(Kunjungi Sumur Tradisional) DPR Harap Ini Bisa Naikkan Produksi Minyak
DPR Yakin Cara Ini Naikkan Produksi Minyak di Cepu
Besok DPR Minta Keterangan Jonan Soal Premium
Bea Cukai Sinergi Ungkap Sabu di Sumut & Kaltara
Bos Pertamina tak Hadir, DPR Batal Rapat

ke atas