PASAR MODAL

Jumat, 15 Juli 2011 | 19:28 WIB

Abaikan S&P, Wall Street Diprediksi Menguat

Wahid Ma'ruf
Abaikan S&P, Wall Street Diprediksi Menguat
AP

INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street diprediksi akan flat cenderung menguat pada perdagangan Jumat (15/7). Pasar mengabaikan peringatan Services Standard & Poor Rating dari kesempatan 50-50 dari penurunan peringkat utang pemerintah AS.

Indeks Dow Jones diprediksi akan naik 34 poin ke 12.416. Indeks Standard & Poor akan naik 1,5 poin ke 1.308,20, sementara Nasdaq akan naik 6,5 poin ke 2.340,50, demikian dikutip dari yahoofinance.com. Sementara saham Google Inc naik dalam premarket kuat dari perkiraan hasil kuartal kedua.

Lembaga pemeringkat S&P mengatakan telah menempatkan peringkat AS berpotensi downgrade jika pada 2 Agustus 2011 Washington dan Kongres tidak mencapai kata sepakat soal kenaikan batas atas utang.

Peringatan itu keluar sehari setelah Moody`s Investors Service menempatkan rating obligasi pemerintah AS pada 'Aaa' untuk review kemungkinan default sebuah resiko kecil tapi naik dari default.

Pembicaraan antara Presiden Barack Obama dan para pemimpin Kongres berakhir Kamis tanpa kesepakatan untuk menaikkan plafon utang. Tetapi rencana cadangan itu muncul sebagai cara untuk menjaga pemerintah dari defaulting awal bulan depan.

Saham Asia berjuang dalam perdagangan Jumat bersemangat setelah peringatan S & P atas utang AS. Meskipun Korea Selatan mendapat keuntungan sederhana dan Taiwan rally pada saham teknologi kuat.

Wall Street berakhir lebih rendah pada hari Kamis, tenggelam setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke, dalam hari kedua kesaksian kongres, mengatakan bank sentral tidak siap untuk segera mengambil tindakan untuk meningkatkan perekonomian.

Beberapa investor telah mengambil kesaksian hari sebelumnya seiring sinyal The Fed sedang mempertimbangkan putaran ketiga dari stimulus, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 54,49 poin, atau 0,4%, menjadi ditutup pada 12.437,12, sementara S&P turun 8,85 poin, atau 0,7%, menjadi 1.308,87. Nasdaq berakhir 34,25 poin lebih rendah, atau turun 1,2%, di 2.762,67.

Dolar AS merosot dari level awal peringatan dari S & P, tetapi memangkas kerugian dalam perdagangan berombak karena perhatian dialihkan ke stress-test hasil Eropa dan kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang krisis utang memperdalam Eropa.

Euro diperdagangkan pada $1,4165 terhadap dolar, dibandingkan dengan $1,4139 di perdagangan Amerika Utara Kamis malam. Dolar diperdagangkan di 79,13 terhadap yen, dibandingkan dengan 79,15 per US$ Kamis malam.

Minyak mentah berjangka Nymex 3 sen lebih tinggi pada US$95,72 per barel dalam perdagangan elektronik, sedangkan emas berjangka jatuh US$9,10 ke $1.580.20 per ounce.

#ihsg #dana asing #foreign buy #yunani #emas #dolar as
BERITA TERKAIT
Pengitungan Pilpres 2019 Belum Usai, IHSG Melejit
Harga Minyak Mentah Kian Sensitif
Efek Pilpres, IHSG Bergerak Melewati 6.900..?
ConocoPhillips Jual Anak Usaha di London US$2,8 M
Wall Street Masih Andalkan Musim Laba Kuartal I
Sehari Jelang Pilpres, IHSG Makin Berotot
Proteksionisme Hambat Pertumbuhan Ekonomi Global

kembali ke atas