NASIONAL

Jumat, 15 Juli 2011 | 20:45 WIB

KPK Tahan Tersangka Korupsi di Kementrian ESDM

Santi Andriani
KPK Tahan Tersangka Korupsi di Kementrian ESDM
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Agustus tahun lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malam ini (Jumat 15/7/2011) akhirnya menahan Ridwan Sanjaya, tersangka kasus korupsi di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ridwan dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Mabes Polri. "Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan upaya penahanan terhadap RS selama 20 hari ke depan," sebut Kepala Bidang Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/7/2011).

Ridwan yang saat pengadaan yaitu pada tahun 2009 menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sejak pukul 09.30 WIB. Dia keluar dari gedung KPK sekitar pukul 19.30 WIB.

Mengenakan kemeja batik lengan panjang, Ridwan enggan mengomentari soal kasus yang membelitnya juga penahanan yang dilakukan terhadap dirinya. Dia tampak lelah ketika digiring masuk ke mobil tahanan KPK menuju Rutan Bareskrim.

Ridwan ditetapkan tersangka bersama dengan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) di Kementrian ESDM, Jacob Purwono karena diduga melakukan korupsi dalam pengadaan dan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya berupa solar home system (SHS).

Dari penyidikannya, KPK menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp131 miliar. Adapun proyek pengadaan itu sendiri sebesar Rp526 miliar. Mereka dikenai pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 dan atau pasal 5 dan atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaiman diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.[bay]

#kpk #johan budi #anas #chandra m hamzah #pertemuan #ad
BERITA TERKAIT
Advokat Lucas Divonis 7 Tahun Penjara
Wakil Ketua DPR Didakwa Terima Suap dari 2 Bupati
Taj Yasin Minta Seluruh Kader PPP Sabar
Jubir BPN: Pak Jokowi Kapan Besuk Rommy?
KPK Bawa 2 Koper dari Kantor Kemenag Gresik
KPK Geledah Kantor Kemenag Gresik
Rp 180 Juta dan USD 30 Ribu, Uang dari Laci Menag

ke atas