NASIONAL

Sabtu, 16 Juli 2011 | 03:05 WIB

Nyambi Edarkan Sabu, Pengusaha Coklat Ditangkap

Suriani
Nyambi Edarkan Sabu, Pengusaha Coklat Ditangkap
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Makassar - Agus (37), seorang pengusaha coklat ditangkap Satuan Narkoba Polisi Daerah Sulsel. Agus yang juga merupakan Bandar sabu ditangkap saat melakukan transkasi pada Rabu (15/7/2011) lalu.

Menurut Kasubid Dir III Narkoba Polda Sulsek AKBP Jamaluddin di Makassar, Jumat (15/7/2011) mengatakan Agus selama ini memang telah menjadi target operasi di Sengkang. Selain, Agus tiga rekannya yang lain yang berprofesi sebagai pengedar adalah Agung (49), Iwan (43), dan Yusran (40). Mereka ditangkap di Wilayah Wajo, Kabupaten Sengkang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Jamaluddin menjelaskan Agus, merupakan bandar narkoba lintas kabupaten yang selama ini menjadi target operasi Polda Sulselbar. Pelaku dan juga pengusaha coklat (cacao) di Kabupaten Sengakang ini pernah ditahan sebanyak dua kali di Polda dengan kasus yang sama.

Saat diinterogasi, Agus mengaku mendapatkan barang-barang tersebut dari salah seorang temannya yang juga berada di Sengakang. Sabu tersebut diperoleh dengan membeli seharga Rp1,3 juta per gramnnya. Untuk mendapatkan keuntungan, ia kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp1,5 juta per gram.

Kini, keempat pelaku mendekam di sel tahanan Narkoba Polda Sulsel. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 10 gram sabu-sabu dan alat isap atau bong beserta aluminium voil, dan saset plastik, biasanya digunakan untuk menjual sabu paketan dengan harga bervariasi, antara Rp100 - Rp400 gram tergantung berat isi.[bay]

#kriminal #pembacokan #pemerkosaan #narkoba
BERITA TERKAIT
Hasil Tes Urine Andi Arief di RSKO Negatif Narkoba
Polri Hentikan Penyidikan Kasus Narkoba Andi Arief
Perempuan yang Bersama Andi Arief Negatif Narkoba
(TKN Apresiasi Pidato AHY) PKB Sebut Kasus Andi Arief Tidak Untungkan TKN
BPN: Sejumlah Politisi Penguasa Bandar Narkoba
Gerindra Tegaskan Kasus Andi tak Pengaruhi BPN
Andi Dekat Jendral Bintang Tiga? Ini Kata Demokrat

ke atas