NASIONAL

Minggu, 31 Juli 2011 | 03:19 WIB

Dugaan Korupsi Sampah, Puluhan Lurah Diperiksa

Dugaan Korupsi Sampah, Puluhan Lurah Diperiksa
medindia.net

INILAH.COM, Medan- Puluhan lurah di Kota Medan menjalani pemeriksaan oleh tim jaksa penyidik tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan Para lurah diperiksa terkait dugaan korupsi retribusi sampah di Dinas Kebersihan Kota Medantahun 2004-2010, senilai Rp9 miliar.

Tim saya sudah memeriksa puluhan lurah. Mereka dipanggil secara bertahap dalam dua pekan terakhir ini, kata Kasi Pidana Khusus Kejari Medan Dharmabella Timbasz, Sabtu (30/7/2011) malam.

Dia menegaskan, saat ini para lurah tersebut masih berstatus sebagai saksi. Tapi katanya, tidak menutup kemungkinan jika status hukum mereka meningkat, termasuk menjadi tersangka. Tidak tertutup kemungkinan status berubah. Semua tergantung alat bukti, katanya.

Meski diakuinya, tim penyidik sudah mendapatkan sejumlah barang bukti namun dalam dugaan korupsi itu, belum ada satupun tersangka yang ditetapkan. Ada beberapa alat bukti dan keterangan saksi pendukung yang sedang digali. Begitu yang dibutuhkan itu didapat, maka tersangka akan diumumkan, tambahnya.

Termasuk diantaranya mendapat keterangan dari para lurah. Menurutnya, keterangan lurah sangat penting untuk mengungkap kasus dugaan korupsi dana retribusi sampah ini.

Disinggung belum adanya tersangka yang ditetapkan, Dharmabella mengatakan, pihaknya tidak mau terburu-buru menetapkan seseorang menjadi tersangka. Katanya, hasil pemeriksaan dan alat bukti yang akan mejawab semuanya.

Dalam penuntasan kasus ini, lurah yang telah diperiksa tidak tertutup kemungkinan akan diperiksa kembali. Kalau kami masih butuh keteranganya, pasti kami panggil lagi, ujarnya.

Sebelumnya, menurut laporan masyarakat yang masuk ke Kejari Medan, tunggakan retribusi sampah yang dilakukan sejumlah kelurahan saat dihitung pada awal 2010 mencapai Rp9 miliar. Namun, jumlah itu masih diverifikasi pihak penyidik.

Dugaan korupsi ini diduga dilakukan aparatur kelurahan. Hasil penyidikan sementara yang diperoleh dari keterangan saksi, penyelewengan uang tersebut di setiap kelurahan berkisar Rp80 juta hingga Rp100 juta.

Di tempat terpisah, Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Muslim Muis mengatakan, Kejari harus segera menuntaskan kasus ini sehingga menjadi pembelajaran bagi pejabat lain agar tidak melakukan hal serupa.

Jika penyidik sudah mendapatkan alat bukti keterlibatan para lurah, maka segera umumkan agar masyarakat tahu bahwa retribusi yang mereka bayar selama ini telah disalahgunakan atau sejenisnya. Kita sangat berharap kasus ini segera tuntas, tegasnya. (waspada online/ndr)

#korupsi #lurah diperiksa
BERITA TERKAIT
Kata Kejagung Soal Dugaan Korupsi di Jiwasraya
Korupsi, Empat ASN Pemkab Sampang Dipecat
Wapres: Pemberantasan Korupsi ke Depan Kian Baik
Jokowi: Hindari Korupsi yang Sekecil-kecilnya
Polri Harus Usut Dugaan Korupsi APBD di Depok
(Indonesia Minim Iklim Diskursif) FEB UNPAD Luncurkan Jurnal Kasyaf
Viral Mandi di Motor Ditangkap, Ini Kata 2 Wanita

kembali ke atas