METROPOLITAN

Minggu, 31 Juli 2011 | 12:23 WIB

Top, X2 dan Rasa Sayang Tak Tersentuh Razia

Top, X2 dan Rasa Sayang Tak Tersentuh Razia
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Sidoarjo - Polsek Kota Sidoarjo merazia kafe dan tempat hiburan malam (karaoke) yang ada di wilayah hukumnya, Sabtu (30/7/2011) malam.

Razia dilakukan dengan mulai menyisir dari sisi utara yakni mulai tempat hiburan malam SO yang ada di Jalan Raya Jenggolo, kafe hitam putih di Jalan Lingkar Timur sisi utara ruko Permata Pesona Gading Desa Bluru dan juga Matahari Cafe yang ada disebelah selatannya.

Di kafe hitam putih, petugas yang turun serempak berbarengan itu, membuat sejumlah pengunjung berhamburan dan melarikan diri, tanpa diketahui penyebabnya.

Pada kafe ''pangku'' yang tempat pelanggannya berbentuk petak-petak itu, disisi pojok bangku angkringan paling selatan, petugas berhasil menyita dua botol minuman keras jenis topi miring dalam bungkus kresek hitam dan juga satu botol arak dalam botol kemasan air mineral.

Pelanggan yang berbau minuman di warung yang sedianya menjual kopi dan masakan mie instan dan jajanan itu, lansung diamankan untuk dilakukan pendataan identitas. Razia kemudian dilanjutkan ke Kafe Salsa di Ruko Larangan, Kafe Yayang 2 di Jalan KH Mukmin dan Kafe Pendopo 2 di ruko Delta Mayang.

Namun dalam merazia kesemuanya kafe, mulai pengunjung, purel masing-masing kafe dan penyanyinya, tidak ada yang kedapatan membawa obat-obatan terlarang maupun barang berbahaya. Petugas hanya menciduk dua pengunjung di Kafe Salsa, yang tidak membawa KTP.

''Razia ini dilakukan untuk memerangi penyakit masyarakat dan tindak kejahatan,'' ujar Kapolsek Kota Kompol Mujiono Minggu (31/7/2011).

Dia juga mengimbau kepada pemilik kafe, untuk mematuhi aturan pemerintah dalam bulan suci Ramadan, tidak beroperasi. Dan Polri sebagai aparat keamanan, mendukung langkah itu. Kalau ada yang melanggar, pasti akan kena tindakan.

''Pastinya penutupan selama bulan Ramadlan ini untuk menghormati dan juga agar umat islam yang menjalankan ibadah puasa, bisa melaksanakan dengan khusuk,'' tutur mantan Kapolsek Tulangan itu.

Yuni pemilik Kafe Yayang 2 mengaku, tempat hiburannya itu akan tetap mematuhi peraturan yang ada dalam bulan suci Ramadlan. ''Sudah empat tahun ini, kami juga mendukung aturan tersebut,'' tukas pengusaha hiburan malam Yayang itu.

Sayang, dalam razia itu, aparat Polsek Kota, tidak sampai merazia kafe Top dan X2 yang ada di depan Perumahan Taman Pinang. Kafe Ponti Rasa Sayang di Jalan Lingkar Barat depan Gelora Delta yang tergolong paling besar sendiri se-Sidoarjo, tidak ikut atau tersentuh dalam razia itu. [beritajatim.com]

#razia
BERITA TERKAIT
BPRD Tagih Pajak ke Rumah Para Penunggak
(Operasi Zebra Jaya) Polisi Amankan 800 Kendaraan Bermasalah Pajak
BPN Kota Depok Tertibkan Warga Berdalih Verponding
Anies Temui Pembalab Formula E Asal Belgia
Banyak Nama Cawagub, Anies: Harus Bisa Kerja Sama
Prakiraan Cuaca Ibu Kota Hari Ini
Lagi, Prostitusi Berkedok Karaoke Ditutup Anies

kembali ke atas