EKONOMI

Rabu, 10 Agustus 2011 | 17:55 WIB

Pembelian Garam harus Untungkan Petani

Mosi Retnani Fajarwati
Pembelian Garam harus Untungkan Petani
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Meredam 'kisruh' Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Perdagangan soal impor garam, Menko Perekonomian Hatta Rajasa turun tangan.

"Sudah enggak lagi ada perselisihan antara Kementerian Kelautan dan Kementerian Perdagangan. Saya sudah turun tangan," tutur Hatta ketika dikonfirmasi 'kisruh' tersebut di kantornya, Rabu (10/8).

Menurutnya, kedua belah pihak sebenarnya memiliki alasan kuat untuk bertahan pada argumen masing-masing. Sehingga tidak bisa langsung dituding pihak mana yang salah.

"Harus ada komunikasi. Memang dua-duanya itu punya alasan. Yang satu melindungi petani. Betul, petani garam harus dilindungi. Kalau pun ada pembelian harus sebanyak-banyaknya dibeli punyanya petani. Tapi dari sisi menteri perdagangan ini jatah yang lama, khawatir kalau kekurangan pasokan," paparnya.

Dengan demikian, ia menghimbau untuk tidak lagi dibesar-besarkan 'kisruh' tersebut. "Sehingga ini diperlukan suatu pembicaraan bilateral yang baik. Jadi tidak perlu diributkan lagi, atau bukan diributkan, artinya tidak perlu kita besar-besarkan," ujarnya.

Di sisi lain, ia berharap produksi garam lokal bisa terus meningkat agar bisa turut mensejahterakan petani garam. Prinsipnya adalah tingkatkan produksi petani kita, lindungi para petani garam kita, beli dari petani garam kita, agar pendapatan mereka meningkat. Kalau memang kurang, baru impor," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menyesalkan masih banyaknya garam impor yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, itu menyalahi aturan dan seharusnya izin impor garam hanya diperbolehkan sampai Juli 2011. [hid]

#tata niaga garam #Hatta Rajasa #Fadel Muhammad #keme
BERITA TERKAIT
Anugerah Syariah Republika (ASR) Kembali Digelar
Kata Kadin Soal Masuknya Ahok dan Chandra ke BUMN
Likuiditas Longgar, LPS Rate Turun Jadi 6,25%
PGN Akan Jadi Pembeli Gas Blok Masela
Sampoerna dan SRC Komitmen Mencegah Perokok Anak
Dorong Agrobisnis, Kementan Bidik Milenial Kampus
Menteri LHK Ungkap 4 Pilar Agenda Kerja 2020-2024

kembali ke atas