PASAR MODAL

Rabu, 10 Agustus 2011 | 17:58 WIB

Hadapi Krisis, SRO dan Regulator Ada Protokolnya

Agustina Melani
Hadapi Krisis, SRO dan Regulator Ada Protokolnya
Direktur Utama BEI Ito Warsito inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi sejak Jumat (5/8) hingga Selasa (9/8) tidak perlu dikuatirkan. Self Regulatory (SRO) dan Bapepam-LK pun memiliki protokol untuk mengantisipasi krisis.

Penurunan IHSG dinilai tidak perlu dikhawatirkan dikarenakan fundamental ekonomi Indonesia baik di mana laba bersih emiten yang tercatat di BEI naik 30% hingga semester pertama 2011 dan dana asing pun terus masuk ke Indonesia.

"Penurunan IHSG pada tiga hari kemarin karena sentimen pasar global, dan asing melepas sebagian portofolionya tetapi kekhawatiran itu jangan berlebihan," ujar. Direktur Utama BEI Ito Warsito, Rabu (10/8).

Lebih lanjut ia mengatakan, dana asing keluar dari portofolio saham hanya Rp3 triliun pada saat penurunan IHSG yang terjadi sejak tiga hari lalu. Menurut Ito, dana asing yang masuk mencapai Rp19 triliun dari Januari hingga sekarang. "Dengan dana asing masih masuk terus tersebut jadi tidak ada hal yang perlu dikuatirkan," tambah Ito.

Hal senada dikatakan Ketua Bapepam-LK Nurhaida. Nurhaida menuturkan, pemicu penurunan IHSG karena kondisi global di mana surat utang Amerika Serikat mengalami downgrade menjadi AA+ oleh S&P. Meski begitu IHSG masih mencatatkan kenaikan yang cukup baik di bursa saham regional secara year to date. Nurhaida menilai, kenaikan IHSG ini juga menandakan kondisi pasar modal mulai stabil.

"Kenaikan IHSG secara year to date termasuk dalam kategori terbaik, kondisi bursa saham sudah mulai stabil. Meski secara global masih ada penyesuaian-penyesuaian, regulator dan SRO juga memiliki antisipasi untuk menghadapi krisis," kata Nurhaida. [hid]

#ihsg #dana asing #foreign buy #utang as #utang eropa
BERITA TERKAIT
Buffett Kurangi Saham Apple, Beli Saham Tambang
Permintaan Minyak Mentah Naik Jadi 1,1 Juta Barel
Wow! Utang Global Kian Naik Jadi US$250 Triliun
Isu Perang Tarif Bawa Harga Minyak Naik Hampir 2%
Rekor di Bursa Saham Tekan Harga Emas
Dow Manfaatkan Pernyataan Kudlow Cetak Rekor Lagi
Perang Tarif, Kerugian AS Tak akan Pulih

kembali ke atas