PASAR MODAL

Kamis, 11 Agustus 2011 | 03:13 WIB
(Irwan Ariston Napitupulu)

Valuasi BBRI Masih Sangat Murah

Ahmad Munjin
Valuasi BBRI Masih Sangat Murah
Irwan Ariston Napitupulu

INILAH.COM, Jakarta PER saham BBRI di level 11,8 kali dinilai sangat murah sehingga potential upside-nya 25-30%. Hingga akhir 2011 ditargetkan di level Rp9.000-10.000. Saham ini cocok bagi trader dan investor.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, dilihat dari sisi valuasi saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK) masih sangat murah. Sebab, Price to Earnings Ratio (PER) emiten ini cukup rendah di level 11,8 kali karena tingkat pertumbuhan laba yang tinggi.

Karena itu, saham ini berpotensi upside mencapai PER 15 kali hingga akhir tahun atau sekitar 25-30% dari level Rp6.550 saat ini. Saya rekomendasikan buy BBRI. Sebab, untuk investasi, saham ini tidak masalah. Tapi, untuk trading pun saham ini cocok, masih bisa dimainkan, katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (10/8) saham BBRI ditutup menguat Rp250 (3,96%) ke level Rp6.550 dari posisi sebelumnya Rp6.300. Harga intraday tertingginya mencapai Rp6.650 dan terendah Rp6.500. Volume transaksi mencapai 76,3 juta unit saham senilai Rp501,6 miliar dan frekuensi 4.797 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah IHSG kembali rebound, saham apa yang paling Anda jagokan Kamis (11/8) ini?

Untuk investasi, saya menjagokan saham berkapitalisasi besar BBRI dengan target Rp9.000-10.000 hingga akhir tahun. Sedangkan target untuk akhir kuartal ketiga 2011, di level Rp7.500-8.000 hingga 30 September 2011.

Faktor apa yang bisa mendorong saham BBRI potential upside sebesar itu?

Saham BBRI lebih cocok untuk investasi jangka panjang. Sebab, secara fundamental, laporan keuangan emiten mencatatkan peningkatan laba yang drastis. Selain itu, saham ini juga sangat likuid dan menjadi leader di sektornya.

Perlu diketahui, fee based income perseroan tumbuh sekira 32,8%. Ini menjadi salah satu penyumbang laba BRI pada triwulan II-2011 dari sebelumnya Rp1,9 triliun menjadi Rp2,6 triliun.

Dibandingkan dengan semester pertama 2010, laba tahun berjalan yang berhasil dicapai BBRI sampai semester I-2011, meningkat 57,15% menjadi Rp6,786 triliun. Peningkatan laba ini dikontribusi dari pendapatan yang juga meningkat sebesar 23,3% mencapai Rp16,925 triliun pada semester I-2011 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Bagaimana dengan faktor valuasi?

Dilihat dari sisi valuasi pun masih sangat murah. Sebab, PER emiten ini cukup rendah di level 11,8 kali karena tingkat pertumbuhan laba yang tinggi. Karena itu, saham ini potensial upside hingga mecapai PER 15 kali hingga akhir tahun atau sekitar 25-30% dari level Rp6.550 saat ini.

Kalau begitu, apakah Kamis (11/8) ini, saham BBRI cenderung menguat?

Itu sangat tergantung pada pergerakan bursa AS terutama Dow Jones. Jika Dow Jones tidak mengalami penurunan yang tajam, misalnya hanya minus 100 poin, saham ini cenderung melanjutkan penguatan. Sebaliknya, jika Dow Jones turun hingga 200 poin, market harus hati-hati. Karena itu, sentimennya masih sangat tergantung pada pergerakan market regional dan global terutama Dow Jones.

Level support dan resistance-nya?

Level support terakhir BBRI masih jauh di level Rp6.000 yang juga merupakan level terendah terakhir. Sedangkan support Kamis (11/8) ini di angka Rp6.500 dan resistance-nya masih memiliki gap di level Rp6.950.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan buy BBRI. Sebab, untuk investasi saham ini tidak masalah. Tapi, untuk trading pun saham ini cocok, masih bisa dimainkan. Kemarin, harga terendah intraday-nya di level Rp6.500, karena itu, level ini bisa dilihat untuk ancang-ancang masuk.

Sedangkan bagi investor jangka panjang, disarankan untuk tidak takut beli. Sebab, walaupun ada kemungkinan turun, hingga akhir tahun saham ini bakal naik ke level Rp9.000-10.000. Karena itu, investor tidak perlu menunggu level support Rp6.000 disentuh. Sebab, level itu merupakan level terendah terakhir dan bukan level support hari ini. Jadi, baik untuk trading maupun investasi saham ini sangat cocok. [mdr]

#Irwan Ariston Napitupulu #bbri #bank rakyat indones
BERITA TERKAIT
Bank BRI Akhirnya Terbitkan Obligasi Jadi Rp6,5 T
Ini Syarat dari Menhub Bagi Sriwijaya Air
Fed Klaim Ekonomi AS Masih Kuat
Media Ernast & Co Kenalkan Tiga Unit Bisnisnya
Harga Minyak Mentah Tertekan Data Stok AS
Harga Emas Berjangka Berakhir Naik
Inilah Pemicu Rekor Tertinggi S&P di Bursa AS

kembali ke atas