NASIONAL

Kamis, 11 Agustus 2011 | 03:30 WIB

Perbatasan RI-Malaysia Rawan Narkotika

Harian Berita Khatulistiwa
Perbatasan RI-Malaysia Rawan Narkotika
inilah.com

INILAH.COM, Pontianak - Pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika perlu ditingkatkan terutama di kawasan perbatasan, baik melalui pintu penjagaan resmi maupun jalur tikus.

Berdasar pengungkapan beberapa kasus peredaran narkoba dalam jumlah besar, masuk dengan melintasi daerah perbatasan.

Kapolda Kalbar Brigjen Pol Sukrawardi Dahlan mengatakan itu usai acara serah terima jabatan dua petinggi jajaran Polda Kalbar, di Graha Khatulistiwa Mapolda Kalbar, Rabu (10/8) pagi.

Kini Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Revianto dipromosikan pada jabatan baru di Bareskrim Polri sebagai pengawas penyidik. Posisinya digantikan AKBP Ahmad Alwi yang sebelumnya menjabat sebagai Wadir Reskrim Polda Kalteng. Sementara Kabid Dokkes Polda Kalbar AKBP Sugeng Krismawanto digantikan AKBP Retnawan Pujiatmika.

Selain menaruh perhatian besar pada daerah perbatasan, Kapolda Kalbar Brigjen Pol Sukrawardi Dahlan, turut mengingatkan agar segera melakukan perubahan secara signifikan pengawasan terhadap kawasan Kampung Beting, lantaran dominasi kasus penyalahgunaan narkoba terjadi di kawasan tersebut.

"Pada prinsipnya dua hal yang menjadi atensi utama kita saat ini, yakni daerah perbatasan dan Kampung Beting," ujar Kapolda.

Kapolda menyatakan bahwa peran serta masyarakat sangat besar dalam upaya pemberantasan narkoba dengan tidak ikut terlibat dalam peredarannya, serta senantiasa peduli terhadap lingkungan sekitar.

Masyarakat juga diharapkan membantu pihak berwajib dengan turut terlibat dalam pemberantasan narkoba, caranya melapor ke polisi apabila mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.

"Kita akan terus memaksimalkan pengawasan. Guna memperketat akses barang haram itu, agar tidak masuk Kalbar," kata Kapolda.

Berdasar data Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar menunjukan tingginya angka kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Barat terjadi di kawasan Kampung Beting, yakni pada 2008 dari 233 kasus terdapat 16,3% atau 36 kasus terjadi di kawasan Beting.

Selanjutnya pada 2009, dari 200 kasus terdapat 12% atau 24 kasus terjadi di kawasan Beting. Pada 2010 dari 230 kasus terdapat 16,58% atau 38 kasus di kawasan yang sama. Per Januari-Juli 2011, dari 125 kasus terdapat 21 kasus di Kampung Beting.

Sejak 2008-2010, polisi menangkap 103 tersangka pengedar narkoba. [mor]

BERITA TERKAIT
Nyabu, Ibu Rumah Tangga Ini Dibekuk di Sidoardjo
(Diduga Langgar Kode Etik) Propam Polri Pemeriksaan Kapolres Kampar
Asyik Mandi, 1 Warga Tertimpa Pohon Besar
Kasus Sukmawati Sulit Dilanjut, Ini Alasannya
Polri Jelaskan Larangan Anggota Pamer Kemewahan
Pelaku Pencurian Uang Nasabah Bank Ditembak
Ferdinand Demokrat: Memangnya Rizieq Diusir Jokowi

kembali ke atas