NASIONAL

Kamis, 11 Agustus 2011 | 23:30 WIB

Banyak Bohong, HMI Tolak Greenpeace

Irvan Ali Fauzi
Banyak Bohong, HMI Tolak Greenpeace
Greenpeace

INILAH.COM, Jakarta - Keberadaan LSM Greenpeace terus mendapat penolakan. Penolakan itu karena dinilai Greenpeace telah melakukan sejumlah kebohongan.

Demikian terungkap dalam bedah buku 'Menguak Dusta-dusta Greenpeace' yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Isalam (HMI). Syarif Hidayatullah, penulis buku, menilai Keberadan Greenpace sebagai pelecehan terhadap bangsa Indonesia.

Dalam pemaparannya, penulis buk Syarif mengatakan setidaknya ada 4 dosa Greenpeace di Indonesia. Dikatakan olehnya, pertama soal kebohongan mengenai pendanaan. Dimana Greenpace selalu mengatakan dana ini sumbangan dari masyarakat, padahal setelah dilakukan pengecekan tidak ada list penyumbang dari masyarakat.

Mereka selalu berkoar-koar bahwa dana mereka sumbangan dari masyarakat, tapi itu bohong, kata Sarif Hidayatullah, dalam diskusi di Markas HMI, Jl Cilosari, Cikini Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2011).

Ada tiga keterangan berbeda yang disampaikan oleh pihak-pihak Greenpace, terkait sumbangan. Ini bukti bahwa mereka mencoba menutup-nutupi dana yang sebenarnya hasil dari judi, dan sudah jelas bahwa itu dana haram, tegas penulis.

Bahkan, punulis memaparkan Greenpace juga diduga tidak membayar pajak. Setelah melakukan investigasi, ke kantor pajak juga tidak ada Greenpace bayar pajak. Greenpace pembohong, dan berprilaku munafik, ucapnya.

Dijelaskan lagi, bahwa Greenpace juga dinilai organsiasi yang melawan hukum, dan mengijak-injak kedaulatan Negara Indonesia. Bisa dilihat dari nama kantornya di kawasan kemang, mereka mengatasanamakan Greenpeace Asia Tenggara, bukan Greenpeace Indonesia. Padahal tidak ada izin. Kita kroscek ke Kesbangpol, tidak ada namanya Greenpace. Keberadaannya ilegal, ungkapnya.

Ditambahkan oleh Syarif Hidyatullah, Greenpace juga dikatakan sebagai organsiasi tukang adu domba. Dimana ketika dikritik oleh MUI, bahwa dana Greenpace haram, karena didanai oleh dana judi. Tapi kata Sayrif, justru Greenpace menuding balik bahwa MUI telah dipengaruhi oleh sebuah perusahaan.

Bukannya membuktikan tudingan itu, malah menyalahkan MUI. Itu kan namanya mengadu domba. Saya juga aneh atas sikap pemerintah yang tidak berani mengusir, padahal Menhut, KKP sudah mengatakan gerah terhadap aktivitas Ilegal. Saya berharap pemerintah berani mengusir, gunakan LSM produk dalam negeri, jelasnya menegaskan.

Ditempat yang sama, Kabid SDA PB HMI, Awamsyah merasa kaget, setelah mendengar pemaparan dari penulis. Banyak sekali kebohongan-kebohongan greenpace, ini membuat saya kaget. Bahkan hasil koar-kora tidak didasari oleh hasil penelitian. Saya tidak ada perwakilan dari Greenpace, jika ada saya siap berdebat, kata Awamsyah.[bay]

#greenpeace
BERITA TERKAIT
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Papua
Habib Jafar Shodiq yang Menghina Wapres Ditahan
Polisi Tetapkan Penghina Wapres Sebagai Tersangka
Agus Indrianto Jadi Kabaharkam Gantikan Firli
KPK Diminta Umumkan Penyidik Yang Tanggalkan Tugas
Kenalan di FB, Gadis ABG Diperdaya Pria Beranak 2
Blanko KTP-el Terlambat, Warga Diberi Suket

kembali ke atas