TEKNOLOGI

Senin, 15 Agustus 2011 | 13:28 WIB

Umumkan Nama Penjarah, Polisi Gunakan Twitter

Nilam Permata
Umumkan Nama Penjarah, Polisi Gunakan Twitter
@gmpolice

INILAH.COM, Jakarta - Ini adalah salah satu bukti fungsi positif sosial media. Twitter terbukti efektif sebagai salah satu alat kontrol sosial.

Pelaku kerusuhan dan penjarahan di London diburu polisi. Polisi memampang slideshow gambar-gambar tersangka di monitor besar di tempat umum seperti di Piccadilly Gardens dan Printworks.

Greater Manchester Police Department's (GMP) juga memanfaatkan Twitter untuk mengumumkan nama-nama pelaku penjarahan. Mereka menebar tagar "Shop a Looter" #shopalooter di Twitter resmi mereka @gmpolice.

Lewat situs jejaring sosial itu, kepolisian meminta bantuan masyarakat mengidentifikasi dan menyebutkan nama-nama tersangka yang mereka ketahui.

Kata 'shop' di sini adalah bahasa slang Inggris atas 'informasikan' atau 'penjarakan'.

Dalam salah satu twit, nama pelaku disebut dengan jelas berikut tanggal lahir, alamat singkat, kejahatannya, serta hukumannya. Seperti Twitt tanggal 12 Agustus, Stefan Hoyle (born 27/01/1992) of St. Stephen Street, Salford, jailed for four months for theft after found with a stolen violin.

Apakah cara mempermalukan seperti ini sah dilakukan secara hukum?

Menurut twit-nya GMP menuliskan, "Banyak perdebatan atas publikasi identitas detail pelaku. Tapi keadilan memang harusditegakkan di depan publik." [mor]

#kerusuhan london #kontrol sosial #twitter
BERITA TERKAIT
(Dalam Periode 6 Bulan Terakhir) Facebook Sudah Hapus 3,2 Miliar Akun Palsu
Percakapan Tentang Belanja Terjadi di Twitter
Mantan Pegawai Twitter Dituduh Mata-mata Saudi
Jurus Facebook Giatkan Gerakan Literasi Digital
Samsung Galaxy S11 Batal Pakai Waterfall Display?
Google Resmi Luncurkan Layanan Cloud Gaming Stadia
(Sepanjang 2019) TikTok Lebih Banyak Diunduh Ketimbang FB dan IG

kembali ke atas