PASAR MODAL

Senin, 15 Agustus 2011 | 19:25 WIB

Hore! Bursa Wall Street Diprediksi juga akan Reli

Wahid Ma'ruf
Hore! Bursa Wall Street Diprediksi juga akan Reli
hileud.com

INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street diprediksi akan melanjutkan penguatan pada akhir pekan lalu pada perdagangan Senin (15/8).

Pekan lalu, bursa global telah tertekan dengan krisis utang Eropa yang menular dan kekhawatiran pasar soal pertumbuhan ekonomi AS. Hal ini membuat bursa global bergerak volatile.

Pada akhir pekan lalu, indeks Dow Jones naik 1,1% menjadi 11,269 dan indeks Nasdaq naik 0,6% ke 2.507 serta indeks S&P turun 0,5% ke 1.178.

Perdagangan obligasi AS di pasar Asiauntuk 10 tahun melemah. Hal ini menandakan permintaan yang mulai stabil. Untuk minyak AS jenis light sweet naik 44 sen menjadi US$85,82 per barel. Sedangkan harga emas turun 0,6% menjadi US$1.735 per ons.

Bursa saham Eropa hari ini dibuka mengalami reli dengan dorongan sektor energi. Saham yang naik seperti saham BP naik 1,1%, saham Royal Shell naik 0,6%. Bursa saham Eropa seperti indeks FTSE naik 0,6% ke 5.354, indeks DAX naik 1,4% ke 6.087 dan indeks CAC naik 0,9% ke 3.245.

Namun investor Eropa sedang menunggu pertemuan Kanselir Jerman Angela Merkel dengan Presiden Prancis, Nicolas Sarkocy, Selasa besok. Pasar mengharapkan mereka membahas masalah utang di kawasan Eropa.

Sementara di pasar Asia sedikit terganggu dengan data pertumbuhan ekonomi Jepang yang turun. Namun indeks Nikkei naik 1,4%. Bursa saham Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 3,2% ke 20.260, indeks Nikkei naik 1,3% ke 9.086, indeks Shanghai naik 1,3% ke 2.626, indeks ASX naik 2,6% ke 4.282.

#ihsg #dana asing #foreign buy #utang as #utang eropa
BERITA TERKAIT
Penjualan Mobil PT Astra Turun 7,9% di 2019
Pakta Fase I Jadi Amunisi Trump di Pilpres 2020
Bursa Saham Asia Bergerak Naik
Kapitalisasi Pasar Induk Usaha Google Capai US$1 T
Harga Minyak Mentah Naik 1% Lebih
Ekonomi AS Moncer, Harga Emas Meleleh
Bursa Saham AS Masih Nikmati Sukses Paksa Fase I

kembali ke atas