EKONOMI

Senin, 15 Agustus 2011 | 21:04 WIB

Abaikan Tunggakan, Ditjen Pajak akan Paksa Bayar

Mosi Retnani Fajarwati
Abaikan Tunggakan, Ditjen Pajak akan Paksa Bayar
Dirjen Pajak Fuad Rahmany inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Ditjen Pajak bakal melakukan pemaksaan bagi wajib pajak yang enggan melunasi utang-utang pajaknya kepada negara.

"Kita akan lebih tegas lagi ke depannya untuk perusahaan-perusahaan atau pihak-pihak yang berutang pajak dan sudah ditagih tapi belum juga memenuhi, proses pemaksaan akan dilakukan," ujar Dirjen Pajak Fuad Rahmany di kantornya, Senin (15/8) malam.

Ia mengatakan, masalah piutang pajak tidak dapat dengan mudah ditagih. Pasalnya, ada sebagian piutang yang belum diakui oleh wajib pajak.

"Piutang pajak itu kan catatan kita tentang yang sudah kita keluarkan SKP (Surat Ketetapan Pajak), itu kita anggap piutang tapi kan orang yang kita anggap sebagai piutang itu masih berselisih dengan kita sehingga mereka masih bawa ke pengadilan, melakukan banding ke pengadilan. Selama pengadilan belum putus, belum incracht, si pembayar pajak belum menganggap itu sebagai utang pajak. Jadi selama ini masih ada perbedaan saja. Kita menganggap ini sebagai piutang pajak antara kita dan wajib pajak," paparnya.

Selain itu, banyak piutang yang jumlahnya kecil-kecil berasal dari wajib pajak perorangan. "Ada yang sulit ditagih karena perusahaannya sudah tutup, ada yang kecil-kecil, ada jutaan orang yang belum bayar PBB, ada yang belum bayarnya,ada yang 5 ribu rupiah, 10 ribu rupiah, tapi itu jumlahnya kan ratusan ribu orang.artinya,piutang pajak ini kan bukan semuanya bisa ditagih," jelasnya.

Di sisi lain, ia mengakui adanya piutang pajak dari perusahaan yang benar-benar mengemplang pajak. Dan untuk perusahaan seperti itu pihaknya akan bertindak tegas baik melalui surat teguran maupun penyitaan aset perusahaan.

"Ada juga piutang perusahaan-perusahaan yang memang ngemplang, artinya, gak mau bayar pajak gitu, nah ini yang kita kejar, tentunya ada prosedurnya, mulai dari teguran,nanti kemudian ada penagihan dari petugas. Tentunya nanti ujung-ujungnya akan kesitu (penyitaan). Tapi tentunya kita tak semena-mena kita akan ikutin semua aturannya," paparnya. [hid]

#pajak #tunggakan pajak #perusahaan migas asing #gayu
BERITA TERKAIT
Siap-siap, Bea Balik Nama Kendaraan Naik 12,5%
Target Pajak Sering Gagal, Tugas Berat Suryo Utomo
RR: Utang Numpuk, Rakyat Dikejar Pajak&Biaya Hidup
(Dukung Peningkatan Investasi dan Ekspor) Bea Cukai Jateng DIY Terbitkan 30 Fasilitas Fiskal
Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Sabu Selundupan 10kg
Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi 2021
10 Destinasi Wisata Ini Manfaatkan Tenaga Surya

kembali ke atas