EKONOMI

Rabu, 17 Agustus 2011 | 15:02 WIB

Warren Buffett & Pendukungnya Ajak Berkorban

Warren Buffett & Pendukungnya Ajak Berkorban
Warren Buffett dailymail.co.uk

INILAH.COM, Jakarta Warren Buffett telah membuat geger bangsanya. Miliuner berusia 80 tahun ini telah meminta pajak yang lebih tinggi untuk kalangan super kaya termasuk dirinya.

"Teman-teman saya dan saya telah cukup lama dimanjakan oleh Kongres miliuner ramah. Sudah waktunya bagi pemerintah kita untuk serius tentang pengorbanan bersama," katanya.

Seruan Buffett untuk beban pajak yang lebih tinggi bagi orang kaya bukanlah hal baru. November lalu, ia bersikeras bahwa orang kaya membayar pajak lebih murah dari orang lain dan bahwa mereka memiliki kewajiban membayar pajak lebih secara substansial.

Namun, kali ini, banyak pihak yang memperhatikan. Pasalnya, belum lama ini, anggota parlemen Washington berjuang untuk mengurangi defisit anggaran negara dan membatasi beban utang yang sangat besar. Selain penerimaan tambahan, kode untuk pajak yang lebih tinggi.

Partai Republik telah menolak keras setiap upaya Presiden Barack Obama dan Demokrat di Kongres untuk membuat pajak yang tinggi bagi orang kaya, sebagai bagian dari rencana anggaran, sebaliknya malah menekankan bahwa semua langkah pembatasan defisit dilakukan melalui pemotongan belanja.

Pajak akan menjadi tema utama pemilihan presiden 2012, dan Buffett menempatkan dirinya tepat di tengah-tengah perdebatan.

"Ketika kalangan miskin dan kelas menengah bertempur untuk kita di Afghanistan, kebanyakan orang Amerika berjuang untuk memenuhi kebutuhan. Sementara kalangan superkaya kita terus mendapat potongan pajak yang luar biasa," tulisnya.

Buffett tidak sendirian dalam mengagitasi perubahan. Chief Executive Starbucks Corp Howard Schultz mendukung permintaan Buffett, demi menahan kontribusi politik anggota parlemen AS hingga mencapai kesepakatan adil atas utang, pendapatan dan pengeluaran negara.

Buffet pun merasa bebas untuk berbicara atas nama rekannya yang kaya. "Kebanyakan tidak keberatan disuruh membayar pajak lebih banyak, terutama ketika begitu banyak warga yang benar-benar menderita," katanya.

"George Soros mengatakan setuju dan mengucapkan selamat Warren Buffett," kata juru bicaranya.

Dari masyarakat umum pembayar pajak, reaksi itu hampir seketika. "Warren Buffett" adalah salah satu topik paling hangat disebutkan di Twitter, seperti judul dari op-ed karyanya, "Hentikan memanjakan Kalangan Super Kaya." Hampir 55 ribu orang memberikan suara dalam jajak pendapat MSNBC.com dan 95% setuju dengannya.

Presiden Obama pun, yang muncul di Minnesota pada tur bus Midwest AS, mengutip komentar Buffett sebagai bukti lebih lanjut bahwa Kongres perlu menemukan cara meningkatkan penerimaan pajak tanpa memajaki kelas menengah lebih lanjut.

Buffett, ketua konglomerat Berkshire Hathaway mengatakan, tagihan pajak federal tahun lalu adalah US$ 6.938.744, setara dengan 64 saham Kelas A Berkshire.

"Kedengarannya seperti banyak uang. Tapi yang saya bayar hanya 17,4% dari pendapatan kena pajak. Dan itu sebenarnya persentase lebih rendah daripada yang dibayar salah satu dari 20 orang lain di kantor, karena beban pajak mereka berkisar dari 33%- 41% dan rata-rata 36%," kata Buffett. [ast]

#warren buffett
BERITA TERKAIT
Bea Cukai Bareng Kastam Malaysia Jaga Selat Malaka
KLHK Ajak Generasi Muda Cinta Lingkungan
Bea Cukai Tarakan Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi
Seismik Laut 2D, Pertamina Investasi US$239 Juta
(Ciptakan SDM Unggul) Bea Cukai Lanjutkan Kerja Sama BPSDM Perhubungan
Bea Cukai Ajak BPPI KLHK, Cek Kayu Hitungan Menit
(Angkat Daya Saing) Pemerintah Ubah Aturan Fasilitas Gudang Berikat

kembali ke atas