EKONOMI

Minggu, 21 Agustus 2011 | 17:04 WIB

Menarik Sedan Kecil Kembali ke Indonesia

Bastaman
Menarik Sedan Kecil Kembali ke Indonesia
modifikasi.com

INILAH.COM, Jakarta - Jika Anda berniat membeli sedan kecil berkapasitas 1.500 cc, sebaiknya ditunda dulu. Soalnya, saat ini pemerintah tengah menggodok penurunan pajak barang mewah (PPnBM) untuk sedan kecil.

Alasannya, akibat tingginya PPnBM, banyak agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang mengalihkan produksi sedan kecil dari Indonesia ke Thailand. Itu sebabnya, agar mereka kembali ke sini, pemerintah akan menurunkan pajak bagi sedan kecil seperti Toyota Yaris atau Honda Jazz.

Tiga tahun silam, sebenarnya tidak ada perbedaan antara PPnBM untuk sedan kecil dengan kendaraan niaga. Namun belakangan pajak sedan kecil naik terus menjadi 30%, sementara kendaraan niaga berkapasitas 1.500 cc tetap 10%.

Akibatnya, pertumbuhan penjualan sedan kecil lebih lamban dari kendaraan niaga. Perbedaan pajak itu pula yang mendorong ATPM mengalihkan produksi sedan kecil, seperti Honda City dan Toyota Soluna, dari Indonesia ke Thailand.

Menurut Eddy Putra Irawadi, Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan, rencana penurunan PPnBM sedan kecil sudah dibahas dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikondo).

Nah, dalam waktu dekat, usulan dari Kementrian Industri dan Kementrian Perdagangan tersebut akan diajukan ke Kementrian Keuangan sebagai penentu besaran pajak. Dengan penurunan pajak ini diharapkan sedan kecil kembali diproduksi di sini, kata Eddy.

Kabarnya, besaran PPnBM untuk sedan kecil yang diajukan Kementrian Perindustrian dan Perdagangan adalah 10% atau turun 20% dari yang berlaku saat ini. Kalau permohonan itu dikabulkan Menteri Keuangan, penurunan harga sedan kecil akan besar sekali. [mdr]

#ppnbm #sedan kecil #pajak mobil
BERITA TERKAIT
Realisasi Penerimaan Bea Cukai Capai Rp165,46 T
Benarkah Ahok Diplot Jadi Bos Pertamina?
Jasa Raharja Lakukan Transformasi Manajemen Risiko
Kemendes Rakor Bahas Sinergi-Keselarasan Program
(Di Hadapan Kepala Daerah) Mentan SYL Tekankan Kebijakan Strategis Pertanian
Menebak BUMN yang Bakal Dikantori Ahok
PLN Dukung Pembangunan Kawasan Pariwisata Nasional

kembali ke atas