PASAR MODAL

Minggu, 28 Agustus 2011 | 11:02 WIB

Tiga Faktor Penekan BUMI Sepekan

Agustina Melani
Tiga Faktor Penekan BUMI Sepekan
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta Sepekan ini, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan secara persentase sebesar 6,5%. Apa pasal?

Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, ada tiga faktor yang membuat saham BUMI mengalami tekanan pada pekan ini. Pertama adalah tekanan atas bursa saham Indonesia secara keseluruhan. Kemudian investor yang mulai mengurangi posisi saham menjelang libur panjang Lebaran, ujarnya kepada INILAH.COM.

Pergerakan IHSG pada Jumat (26/8) kemarin ditutup melemah 2,646 poin (0,07%) ke level 3.841,731. Penurunan didukung keluarnya dana asing, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp469 miliar. Adapun jumlah transaksi tercatat 11 juta lot, senilai Rp 4,2 triliun.

Dengan koreksi ini, maka dalam lima hari perdagangan terakhir Agustus, IHSG membukukan penurunan tipis 1,01 poin (0,02%).

Edwin menyatakan, sebagian pelaku pasar sudah mengambil liburan panjang. Para pelaku pasar juga memilih mengurangi posisi portofolio, sehingga perdagangan cenderung sepi dan melemah.

Pasar juga menunggu kebijakan The Federal Reserve atas perekonomian AS. Semula diharapkan Gubernur The Fed Ben Bernanke mengungkapkan langkah bank sentral dalam menghadapi pelemahan pertumbuhan ekonomi AS. "Tapi pertemuan The Fed tidak ada program stimulus Quantitative Easing jilid 3, dan saya rasa pasar juga tidak panik menghadapinya," katanya.

Faktor pembeban saham BUMI selanjutnya, menurut Edwin adalah perkiraan turunnya permintaan batu bara. Ini merupakan sentimen terpenting, "Karena hal ini merujuk pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia, terlebih batu bara BUMI yang banyak diekspor ke China," katanya.

Rilisnya laporan keuangan perseroan, mempertegas membaiknya kinerja BUMI, dengan laba naik 2,77% di semester pertama 2011 menjadi US$ 278,57 juta, dari perolehan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama US$ 271,04 juta. Adapun pendapatan perseroan naik cukup tinggi menjadi US$ 1,792 miliar dibandingkan periode yang sama 2010 sebesar US$ 1,44 miliar.

Saham BUMI bergerak volatile sepekan kemarin. Ditutup melemah Rp100 ke level Rp2.600 pada Senin (22/8), emiten ini kembali naik Rp25 ke level Rp2.625 pada keesokan harinya. Namun, sejak Rabu (24/8) BUMI terus terkoreksi, hingga akhir pekan ditutup di level Rp2.525. [ast]

#BUMI
BERITA TERKAIT
Harga Minyak Berjangka Bisa Naik 2% Lebih
Kenaikan Harga Emas Berjangka Terhenti
Bursa Saham AS Lanjutkan Pelemahan
Ini Cara Indosat Kurangi Beban Keuangan
China Undang Delegasi AS ke Beijing?
Inilah Alasan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5%
Bursa Saham AS Cermati Sikap Pejabat Fed

kembali ke atas