PASAR MODAL

Selasa, 30 Agustus 2011 | 11:00 WIB

Pandangan Kontrarian Mundurnya Steve Jobs

Th. Asteria
Pandangan Kontrarian Mundurnya Steve Jobs
Steve Jobs dailymail.co.uk

INILAH.COM, California - Steve Jobs telah mengundurkan diri sebagai chief executive officer (CEO) Apple Inc. Namun, ada yang meyakini bahwa alasan kesehatan bukanlah masalah sesungguhnya. Benarkah?

Media menyebutkan seolah-olah Jobs sedang sekarat terkait penyakitnya. Jika Ia mengundurkan diri dari perusahaan dan menyerahkan kepemimpinannya, maka orang-orang dapat percaya kondisinya memang kritis.

John C. Dvorak, pengamat ekonomi dalam tulisannya di Marketwatch mengatakan, media berlebihan. Hal ini karena Jobs masih memegang jabatan di Apple dan masih memiliki kemampuan mengawasi serta menjaga perusahaan untuk beberapa waktu ke depan.

Ia menilai, keputusan Jobs untuk mundur dari pekerjaannya mungkin memiliki penjelasan yang lebih sederhana, lebih logis dari sekedar sakit. Alasannya adalah Tim Cook,ujarnya.

Menurutnya, semua orang di Silicon Valley akan senang mempekerjakan Cook. Selain itu, dari sudut pandang Cook, jabatan sebagai chief executive pelaksana (acting) akan cepat lawas, ketika benar-benar menjalankan perusahaan.

Jobs telah menjalani cuti yang diperpanjang selama berbulan-bulan, sehingga tidak akan ada yang berubah dari pengumuman ini. Namun, menyerahkan jabatan CEO kepada Cook harus dilakukan sesegera mungkin. Perusahaan tidak dapat mengambil risiko, bahwa Cook mungkin akan bosan dengan langkah dadakan.

Lebih penting lagi, dari perspektif Cook, ia tidak mampu menjadi CEO Apple, jika Jobs benar-benar meninggal, ketika masih memegang jabatan sebagai CEO.

Cara perusahaan-perusahaan ini beroperasi adalah mereka akan mempertahankan seorang CEO, jika CEO sesungguhnya, atau ketua/pendiri meninggal. Namun, jika yang ada hanya CEO pelaksana ketika Ketua / pendiri / CEO meninggal, maka pekerjaan ini akan diperebutkan. Cook pun tidak secara otomatis menjadi CEO.

Dengan kata lain, posisi Cook di puncak itu mungkin tidak jelas ketika Jobs keluar. "Ya, dia memang CEO pelaksana, tapi mari kita lihat sebelum memberinya posisi tersebut, untuk berjaga-jaga," tambah Dvorak.

Dengan kata lain, dewan mulai memburu kesempatan bahwa ada seseorang yang lebih sesuai dengan keinginan pasar dan mampu menjalankan perusahaan. Bisa mengambil contoh dari pencarian eksekutif di Hewlett-Packard Co untuk mengetahui sulitnya pergantian menajemen terjadi.

Jika Cook diberi jabatan chief executive dan beroperasi dengan posisi tersebut, ia akan bertahan disana. Bahkan jika sesuatu terjadi Jobs, tidak akan terjadi ke Apple. Perusahaan ini adalah seperti sebuah kapal perang, butuh selamanya untuk perubahan.

Apakah mengubah arah? Mungkin, namun ada kemungkinan akan mengarah ke hal yang lebih baik. Meskipun hal tersebut belum pasti, namun panic selling pada titik ini merupakan hal konyol, apapun yang mungkin terjadi.

Dvorak menilai, dalam bisnis Apple, kompetisi adalah minim dan tidak terorganisir. Saya pribadi bahkan tidak bisa melihat pesaing yang wajar untuk iPad di mana saja. Laptop Mac telah menjadi laptop bergengsi pilihan eksekutif, ujarnya yakin.

Saya berpikir bahwa hal-hal akan terus berjalan persis sama, dengan atau tanpa Jobs di posisi puncak. Satu-satunya alasan saham harus turun, hanya karena koreksi umum pasar umum, bukan pembenahan manajemen,tutupnya. [ast]

#steve jobs #apple #tim cook
BERITA TERKAIT
IHSG Kurangi Kerugian Jadi Turun 0,7% ke 6.098,95
PT Totalindo Persada Terbitkan 4 Miliar Saham Baru
IHSG Jatuh 1,01% ke 6.080,187 di Sesi I
IHSG Menguji Level Support
AS-China Hanya Negosiasi Terbatas
Harga Minyak Berjangka Berani Naik Tipis
Investor Emas Ragukan Sikap Trump

kembali ke atas