PASAR MODAL

Senin, 29 Agustus 2011 | 19:48 WIB

Inilah 5 Pemicu Bullish Pasar Selanjutnya (2)

Th. Asteria
Inilah 5 Pemicu Bullish Pasar Selanjutnya (2)
forexwebs.net

INILAH.COM, Washington Reli bursa AS akhir pekan lalu, menyusul pidato Ketua Federal Reserve Ben Bernanke, masih bisa berkelanjutan. Apa saja katalisnya?

Reli bursa AS yang berkelanjutan, bisa terjadi, tergantung apakah pergerakan naik akhir pekan lalu hanya untuk profit taking, atau merupakan tanda awal bahwa investor mendapatkan cukup kepercayaan.

Yakni bahwa resesi dapat dihindari dan pendapatan perusahaan akan tumbuh. "Selain mengalihkan dana dari emas, obligasi Treasury dan safe haven lain ke aset yang lebih berisiko seperti saham,"ujar kolumnis Marketwatch Dorothy Zhang.

Berikut adalah lima katalis potensial penguatan bursa AS:

1.Kesepakatan AS dengan krisis utangnya

Krisis utang yang menyebabkan lembaga pemeringkat Standard & Poor memangkas peringkat rating Treasury AAA AS adalah beban mendasar pertama di pasar saham. Hal ini akan membantu pasar, jika komite super, kongres yang baru dibuat, dengan tugas memotong defisit anggaran AS, bisa mencapai kesepakatan. Yakni untuk menyediakan peta jangka panjang penyelesaian masalah anggaran AS.

"Jika komite bisa menunjukkan Partai Demokrat dan Partai Republik mampu bekerjasama dan berkompromi, akan diperlakukan baik oleh pasar," kata Lewis Altfest, CEO dan pejabat kepala investasi Altfest Personal Wealth Management di New York.

Sebuah kompromi akan memperhitungkan pengurangan hak. Dan restrukturisasi pajak akan menyelesaikan kesulitan anggaran keuangan dengan cara yang dipercaya. Demikian ujar Altfest, meskipun ia menambahkan, kesepakatan tampaknya tidak mungkin terjadi hingga pemilihan presiden 2012 usai.

2.Eropa melihat resolusi krisis utangnya

Kekhawatiran atas berlanjutnya krisis utang zona euro juga membebani saham AS.Sebuah resolusi atas ketidakstabilan keuangan Eropa akan menjadi lampu hijau bagi investor saham.Krisis utang di negara-negara Eropa seperti Portugal, Irlandia, Italia, Yunani dan Spanyol memiliki dampak negatif pada sektor perbankan dan mengirimkan gelombang kejutan di seluruh wilayah.

"Salah satu faktor pendorong utama di balik besarnya ketidakstabilan pasar keuangan hingga pasar saham adalah kenyataan bahwa Anda benar-benar melihat sebuah krisis perbankan besar di Eropa," kata Frank Barbera, wakil presiden eksekutif di Sierra Investment Management, Santa Monica, California dan co-manajer portofolio dari Sierra Core Retirement Fund.

"Pada tingkat dasar, kita harus melihat beberapa jenis kepemimpinan yang lebih besar pada sisi politik, dalam hal menenangkan beberapa ketakutan terburuk di seluruh Eropa, terkait rapuhnya situasi atas bank-bank Eropa yang dililit hutang," Barbera menambahkan.

Jika negara-negara Eropa bisa mencapai kesepakatan bahwa mereka memiliki kontrol atas kebiasaan pengeluaran masing-masing negara, sebagaimana dinilai satu otoritas pusat, hal ini akan menjadi indikasi positif bagi pasar saham, tambah Altfest, penasihat investasi New York.

3. Membaiknya kekuatan penjualan ritel

Penjualan perusahaan ritel Agustus akan mendorong pasar untuk jangka pendek. "Jika penjualan ritel Agustus ternyata kuat, berarti orang mengabaikan downgrade kredit dan kekhawatiran resesi serta bisnis mereka," kata Altfest. "Itu akan sangat positif dan menghasilkan penguatan harga saham."

Penjualan ritel naik 0,5% pada Juli, tertinggi dalam empat bulan. Angka pada Agustus akan dirilis Kementerian Perdagangan pada 14 September.

Barbera menunjukkan bahwa penjualan ritel, kecuali bensin, memberikan pandangan yang lebih realistis atas kesehatan pengeluaran diskresi konsumen. "Jika kita melihat pengeluaran dan penjualan masih naik, bahkan di tengah penurunan pasar, itu bisa jadi tanda yang menggembirakan," kata Barbera. Sementara itu, keyakinan konsumen yang suram pekan ini bisa membebani sentimen investor.

Perusahaan riset swasta indeks sentimen konsumer Conference Board untuk Agustus akan dirilis pada 30 Agustus. Indeks kepercayaan konsumen Conference Board meningkat menjadi 59,5 pada Juli dari 57,6 pada Juni.

4. Emas, Swiss franc melemah

Penurunan nilai emas dan Swiss franc adalah indikasi positif lain untuk pasar saham. Sebagai indikator rasa takut, harga emas telah melonjak, didorong kekhawatiran investor atas ekonomi AS dan Eropa, serta keyakinan bahwa emas adalah mata uang alternatif terhadap dolar AS, euro dan uang kertas lainnya.

Jika harga emas mulai bergerak turun, ada indikasi kenyamanan dengan lingkungan ekonomi dan kemauan untuk mengambil risiko yang lebih tinggi. Hal yang positif untuk saham, kata Altfest.

Hal yang sama berlaku untuk pelemahan Swiss franc, safe-haven lainnya. "Jika Swiss franc melemah, berarti pasar dalam posisi lebih baik," kata Barbera.

5. Penguatan Saham bank

Investasi sebesar US$ 5 miliar Warren Buffett kepada Bank of America Corp yang bermasalah awal pekan ini tampaknya lebih merupakan taruhan pada perusahaan, ketimbang sektor perbankan secara keseluruhan.

Sektor jasa keuangan adalah pelaku pasar AS terburuk tahun ini, dan dukungan Buffett untuk BoA dan Wells Fargo & Co tidak mengubah fakta bahwa sejumlah besar investor tidak melihat pemberi pinjaman terbesar AS sebagai tawar-menawar dengan nilai yang lebih rendah. "Orang-orang sangat gugup terhadap perbankan, dan bank yang melakukannya dengan baik akan menyarankan orang utnuk mengurangi kekhawatiran mereka atas ekonomi," kata Altfest.

Mungkin akan memakan waktu lama bagi sektor perbankan di AS dan Eropa untuk mengalihkan masalah. Tapi jasa keuangan saham saat ini merupakan area bagi investor yang melawan arus, dan yang menunjukkan kemampuan, seperti yang dikatakan Buffett takut ketika orang lain tamak dan serakah ketika orang lain takut, menemukan tawar-menawar selektif dalam sektor keuangan.

Sebuah pandangan berlawanan, pada kenyataannya, adalah kunci untuk mengambil keuntungan dari pasar yang tidak menentu, kata Alan Lancz, manajer portofolio dan strategi investasi di Toledo, Ohio.

Lancz mengatakan ia mengambil keuntungan dari perbankan tertentu dan broker saham saat melemah. Ia memilih JP Morgan Chase & Co, US Bancorp dan Goldman Sachs Group Inc setelah perusahaan merilis kinerjanya. "Saya tidak mengatakan itu bottom," Lancz mencatat, "tetapi valuasi menjadi menarik, bukan seperti sebelumnya." [mdr/habis]

#bursa AS #Wall Street
BERITA TERKAIT
Inilah Prinsip Penting Miliarder Muda AS
Start Up Asal Seoul Ini Mulai Kaji Opsi IPO
Menteri BUMN Siap Ganti Total Direksi PT Garuda
Bursa Saham Terbaik akan Lebih Merata di 2020
Ekonomi AS Andalkan Liburan Akhir Tahun
Pemangkasan Produksi Minyak Bersamaan IPO Aramco
Saudi Abaikan Produksi Minyak Mentah AS

kembali ke atas