NASIONAL

Selasa, 30 Agustus 2011 | 04:00 WIB

Layu di Malam Menjelang Lebaran

Layu di Malam Menjelang Lebaran
inilah.com/Syamsuddin Nasoetion

INILAH.COM, Jakarta Penentuan 1 Syawal 1432 H yang jatuh pada 31 Agustus 2011 memberikan satu hari lagi bagi warga untuk mempersiapkan perayaan Idul Fitri. Namun, tidak sedikit pula yang tak menyangka hingga membuyarkan semua rencana.

Penjual bunga di Kota Bandung misalnya, terpaksa harus membawa pulang kembali dagangannya. Di Bandung, menjual bunga di malam Lebaran adalah tradisi yang mewarnai Idul Fitri. Setiap malam takbiran, banyak penjual dadakan yang menawarkan aneka bunga.

Bunga-bunga segar itu dijual dalam aneka rangkaian. Mereka membawa bunga itu dari kebun-kebun bunga yang bertebaran di kawasan Cisarua, Cihideung, Lembang, atau beberapa perkebunan bunga di kawasan Utara dan Barat Kota Bandung lainnya.

Uniknya tidak ada batasan harga pasti untuk setangkai bunga. Semakin lihai menawar, semakin murah pula harga yang didapat. Usai magrib, harga yang ditawarkan cukup tinggi. Semakin malam, semakin murah pula harganya. Bahkan menjelang tengah malam, bunga-bunga itu diobral dan tidak jarang sistem buy one get four or five diterapkan. Beli setangkai, bawa pulang empat atau lima sekaligus.

Para pedagangnya adalah petani bunga itu sendiri. Ada pula pedagang bunga dadakan. Mereka adalah pedagang yang hanya berdagang di malam Lebaran, biasanya adalah warga sekitar atau pedagang-pedagang yang mengalihkan komiditas dagangan mereka ke bunga. Yang tadinya berjualan mainan anak-anak beralih menjual bunga mawar. Yang biasa berjualan ayam sayur, beralih menjadi pedagang gladiol.

Para petani bunga yang menjadi pedagang itu biasanya datang berkelompok menggunakan mobil-mobil bak terbuka, membawa bertangkai-tangkai bunga yang disimpan dalam ember berisi air. Wajah sumringah selalu tampak karena mereka yakin tak ada satupun tangkai yang tersisa. Dan, memang selalu itu yang terjadi, dagangan mereka laris manis.

Namun, tidak malam ini (Senin 29/8/2011). Sebab, usai magrib, pemerintah mengumumkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011. Itu berarti, Idul Fitri ditunda satu hari.

Bagi pedagang bunga tentu saja, keputusan itu mengagetkan. Itu berati bunga yang mereka bawa hari itu tak akan terjual. Sebab, tidak ada warga yang mau membeli bunga terlalu dini, bisa-bisa bunga itu layu di hari H. Karena itu, wajah-wajah lesu terlihat dari para penjual bunga.

Seperti yang tampak di Jl. Jamika, Bandung. Di pusat keramain warga Bandung Barat itu, pedagang-pedagang bunga hanya termenung di atas mobil bak terbuka. Nyaris tak ada calon pembeli yang menghampiri mereka.

Pemandangan itu kontras dengan pedagang kaki lima yang menjual kaos atau kemeja. Mereka dikerubuti pembeli yang takut kehabisan barang. Habis mau bagaimana lagi, Lebarannya gak jadi. Saya harap bunga ini tidak layu kalau dijual besok, ujar Soleh, pedagang ayam yang beralih menjadi pedagang bunga di Jl. Jamika, Bandung.

Hal serupa dialami Arif, petani bunga yang menjajakan dagangannya di Jl. Gandawijaya, Cimahi, Bandung Barat. Arif adalah petani bunga dari Cihideung, sebuah kawasan perkebunan bunga di Bandung Barat.

Saya terpaksa bawa pulang lagi ini bunga. Sebagian mungkin tak bisa dijual besok, karena tidak lagi segar. Lihat saja, sampai hampir tengah malam ini mobil saya masih penuh, ujar Arif yang tampak lesu.

Gambaran seperti itu terjadi di banyak tempat dan dialami banyak warga yang tidak siap mengantisipasi keputusan berbeda. Padahal, di negeri ini penetapan Idul Fitri yang berbeda dengan tanggal kalender buka sekali dua kali saja terjadi. [tjs]

#lebaran #idul fitri #syawal
BERITA TERKAIT
39 Suara Golkar Jatim Bulat Dukung Airlangga
Rawan Disalahgunakan, KPK Dukung TP4D Dibubarkan
(Pilbup Sleman 2020) DPW PAN DIY Sebut Mumtaz Raiz Paling Berpeluang
Polisi Dalami Dugaan Pencabulan Oknum Dokter
Larangan Airlangga Dilanggar Pendukungnya Sendiri
KPK Pastikan Panggil Mekeng
Api Berkobar, 2 Lansia dan Balita 10 Bulan Selamat

kembali ke atas