EKONOMI

Selasa, 30 Agustus 2011 | 05:44 WIB
(Abimanyu Wachjoewidajat)

Fasilitas Pengawasan Jalur Mudik Lemah

Billy A Banggawan
Fasilitas Pengawasan Jalur Mudik Lemah
Abimanyu Wachjoewidajat lovelytoday.com

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat mengumumkan telah melansir layanan monitoring trafik jalur mudik yang bisa digunakan masyarakat.

Tertarik fasilitas (http://www.rttmc-hubdat.web.id/), pengamat telematika Abimanyu Wachjoewidajat pun melakukan pengujian pada fasilitas RTTMC tersebut. Hasil pengujian mengecewakan, ujar pria yang kerap disapa Abah ini kepada INILAH.COM baru baru ini via telepon.

Berikut wawancara lengkapnya.

Bagian mana saja yang mengecewakan?

Situs fasilitas tersebut sangat berat dibuka dan ketika terbuka ternyata banyak obyek yang tak relevan dengan trafik yang ditampilkan. Saat masuk fungsi monitoring jalan (video streaming), akses juga sangat berat dan lama terbuka.

Kemudian, banyak gambar yang ternyata dari video awal hingga akhir gambarnya tak bergerak. Info yang jelas dibutuhkan para pemudik ini tak bisa diperoleh pemudik saat diakses menggunakan ponsel.

Semua gambar yang ada tak menampilkan jam perekaman yang sangat bermanfaat untuk mempertimbangkan informasi yang ditampilkan berdasarkan jam. Tak terbayangkan, saat belum ada pemudik saja layanan ini sudah berat diakses, bagaimana kelak saat diperlukan mendekati lebaran dan saat arus balik.

Pendapat Abah mengenai fasilitas ini?

Sangat disayangkan, layanan yang seharusnya bisa membantu publik sepertinya akan menjadi sia-sia karena tak bisa dimanfaatkan publik di saat dibutuhkan. Terlebih, fasilitas baru ini pasti menghabiskan uang negara dengan jumlah tak sedikit.

Seharusnya bagaimana?

Layanan semacam ini seharusnya dibuat dan diuji jauh hari sebelum hari H sehingga lebih dapat diuji coba dengan lebih intensif, lebih dimaksimalkan dan lebih berdaya guna.

Saat puncak mudik, apakah fasilitas ini bisa berfungsi sesuai harapan?

Saat banyak pemudik yang ingin mengakses fasilitas ini dipastikan hanya kurang dari 10% yang bisa mengaksesnya, sedangkan yang lainnya harus menunggu. Mengingat sisa waktu tinggal sedikit, saya pesimis hal ini bisa diperbaiki. [mdr]

#Abimanyu Wachjoewidajat #mudik2011
BERITA TERKAIT
Bukalapak Ikuti Suksesi Alphabet dan Alibaba
Mendes Akan Tinjau Ulang Keberadaan BUMDes
Sambangi Sawit Jatim, Gapki Simak Curhat Petani
Jokowi Minta Hentikan Riset yang Tumpang Tindih
Industri Kehutanan Ikut Jaga Keanekaragaman Hayati
Menteri LHK Tegaskan Komitmen Cegah Korupsi
RI Gandeng Timor Leste Tangani Sampah Plastik

kembali ke atas