EKONOMI

Senin, 03 Oktober 2011 | 20:25 WIB
(Terkena Sanksi Dirotasi Saja)

BI: Budi Mulya Melanggar Kode Etik

Sandiyu Nuryono
BI: Budi Mulya Melanggar Kode Etik
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Mulya MI/susanto

INILAH.COM, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Mulya yang tahun 2008 melakukan pinjam-meminjam dengan pemilik Bank Century Robert Tantular telah melanggar kode etik BI.

"Ada permasalahn di kode etik sehingga kita lakukan relokasi pembidangan agar memperlancar kegiatan di BI," ucap Kabiro Humas BI Difi A Johansyah di Jakarta, Senin (3/10).

Difi menambahkan, meski melanggar kode etik, Budi Mulya belum bisa dinonaktifkan. "Kita tunggu audit forensik BPK. Kita tidak bisa menduga-duga. Sudah ada pengakuan, tapi kita tetap tunggu BPK, yang bisa kita lakukan karena sudah ada pengakuan, kita lakukan rotasi intern dahulu," tandasnya.

Beberapa poin kode etik BI antara lain pegawai BI dilarang menyalahgunakan jabatan, wewenang, dan atau fasilitas yang diberikan oleh Bank Indonesia. Pejabat Bank Indonesia wajib melaporkan harta kekayaannya kepada Bank Indonesia dan atau Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pegawai BI dilarang meminta/memberi, memberi persetujuan untuk menerima, mengizinkan atau membiarkan keluarga untuk meminta/menerima fasilitas dan hal-hal lain yang dapat dinilai dengan uang dari perorangan atau badan yang diketahui atau patut diduga bahwa hal tersebut mempunyai hubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan jabatan atau pekerjaan pegawai yang bersangkutan.

Pegawai wajib menjaga rahasia Bank Indonesia untuk hal yang dikategorikan rahasia. Mereka juga dilarang menjadi anggota, pengurus partai politik, dan atau melakukan kegiatan untuk kepentingan partai politik. [hid]

#kasus century #robert tantular #aliran dana #BI #budi
BERITA TERKAIT
Warga Diimbau Kenali HET Pupuk Subsidi Bantu Awasi
Zhongde Siap Kelola Sampah di Minahasa Utara
PGN Selesaikan 8.150 Jargas Probolinggo & Pasuruan
Bos IWAPI Digadang-gadang Masuk Kabinet Jokowi
Tim Ekonomi Jokowi Jilid II Harus Bisa Cuci Piring
Pertumbuhan Ekonomi, Lapangan Banteng Optimis 5,1%
BUMD Wajib Siap Hadapi Era Industri 4.0

kembali ke atas