TEKNOLOGI

Rabu, 05 Oktober 2011 | 09:56 WIB
(Sistem Operasi Khusus Metropolis)

Kota Bakal Berubah Jadi Smartcity

Billy A Banggawan
Kota Bakal Berubah Jadi Smartcity
SPL

INILAH.COM, Jakarta Kota-kota di seluruh dunia nantinya bisa merawat warganya sendiri. Hal ini bisa terjadi berkat sistem operasi (OS) yang dirancang khusus untuk metropolis. Bagaimana bisa?

Urban OS Perkotaan bekerja layaknya OS PC. OS ini menjaga agar bangunan, lalu lintas dan pelayanan berjalan lancar. Software ini mengambil data dari sensor di seluruh kota untuk mengawasi apa yang terjadi. Saat kebakaran, OS ini akan mengatur lalu lintas agar truk pemadam kebakaran bisa mencapai lokasi kebakaran dengan cepat.

Ide Urban OS yakni mengumpulkan data dari sensor yang ada di bangunan dan tempat lain guna mengawasi hal yang terjadi di kota. Sensor memantau segala hal dari peristiwa besar seperti arus lalu lintas seluruh kota hingga fenomena lebih lokal seperti sensor suhu kamar individu.

OS ini benar-benar mengelilingi manusia guna mengelola komunikasi antara sensor dan perangkat seperti lampu lalu lintas, penyejuk udara atau pompa air yang mempengaruhi kualitas kehidupan kota. Menurut kepala firma Live PlanIT Steve Lewis di balik Urban OS, menyalurkan semua data dari sensor ke sistem kendali ini memiliki banyak manfaat.

Artinya, Urban OS akan mengatur bangunan dengan lebih baik dan mengumpulkan data dari banyak sumber akan memberi pandangan yang lebih luas seperti arus lalu lintas, penggunaan energi dan tingkat air.

Jika menggunakan analogi anatomi, kota punya jaringan seperti sistem saraf yang berbicara pada sekelompok sensor yang mengumpulkan data dan melakukan aksi. Kami distribusikan sistem saraf ke bagian-bagian tubuh, bangunan, jalan dan lainnya, papar Lewis. Di sisi lain, implementasi OS ini butuh biaya besar, konsistensi pelaksanaan, kualitas dan pengelolaan.

OS ini punya kapasitas komputasi lokal agar bangunan atau platform otomotif bisa berinteraksi dengan orang-orang, mengelola energi, air, limbah, transportasi, logistik dan interaksi manusia di daerah itu, lanjutnya. Teknologi yang mendasari OS ini telah dikembangkan McLaren Electronic Systems, perusahaan pencipta sensor mobil F1.

Guna mendukung berbagai perangkat di kota, firma ini mengembangkan serangkaian layanan aplikasi yang berjalan di OS ini dan dijuluki PlaceApps, setara ekosistem aplikasi di smartphone. Pengembang independen juga akan mampu membuat aplikasinya sendiri guna mendapat data dan menyediakan layanan tertentu di sekitar kota.

Lewis mengatakan, pada akhirnya, aplikasi smartphone bisa terhubung Urban OS guna mengendalikan peralatan rumah tangga dan sistem energi, atau peralatan keselamatan dari jarak jauh guna memantau kesejahteraan orang tua.

Bekerjasama Cisco dan Deutshe Telekom, PlanIT merencanakan bagian berbeda dari sistem ini. Markus Breitbach dari Machine to Machine Competence Center di Deutsche Telekom mengatakan, perusahaannya membantu menyatukan semua bagian Urban OS.

Semua orang membicarakan 50 miliar perangkat yang terhubung yang secara efektif artinya, sejumlah besar data dikumpulkan namun tak ada yang benar-benar peduli pada pengelolaannya dan membawanya ke dalam konteks. Urban OS bisa melakukannya, katanya. Sebuah daerah pengujian Urban OS saat ini sedang dibangun di Portugal. [mdr]

#smartcity #metropolitan
BERITA TERKAIT
Kominfo Akan Bangun 3.447 BTS Demi Smart City
Telkomsel Akselerasikan Smart City di Gorontalo
Samsung Patenkan SAMOLED untuk Layar Smartphone
Google Akuisisi Fitbit, UE Khawatir Keamanan Data
Hingga Q3 2019, Telkomsel Operasikan 14.990 BTS
Galaxy S11 Punya Kamera Periskop Bernama 'Hubble'?
Apple Card Dituduh Berlakukan Diskriminasi Gender

kembali ke atas