NASIONAL

Rabu, 05 Oktober 2011 | 23:30 WIB
(Sidang Suap Wisma Atlet)

Rosa: Ditangkap KPK, Separuh Jiwa Saya Hilang

Santi Andriani
Rosa: Ditangkap KPK, Separuh Jiwa Saya Hilang
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Kesaksian Rosa Mindo Manulang cenderung ringankan terdakwa Sesmenpora nonaktif, Wafid Muharram di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Mantan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, anak perusahaan Permai Group, milik bekas politisi Partai Demokrat, M Nazaruddin itu bahkan membatalkan keterangannya pada awal-awal pemeriksaan, usai ditangkap tangan penyidik KPK usai memberikan cek sebesar Rp3,2 miliar bersama dengan M El Idris, Manager Pemasaran PT Duta Graha Indah ke Wafid.

Ini dalam BAP (berita acara pemeriksaan) saksi, saksi mengatakan, bahwa uang itu diberikan karena terdakwa sudah memenangkan PT Duta Anak Negeri dalam tender pembangunan wisma atlet, ujar Hakim Anggota Herdin Agusten membacakan BAP Rosa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (5/10/2011).

Hakim Herdin menanyakan hal itu untuk menjawabkan bagaimana alasan yang sebenarnya dalam rangka apa El Idris memberikan cek sebesar Rp3,2 miliar kepada Wafid. Karena Rosa dalam kesaksian di sidang selalu menyebut bahwa uang itu diminta sebagai pinjaman untuk biaya operasional kementrian karena anggaran DIPA belum cair.

Tidak pernah Pak Wafid mengatakan itu, tidak ada prosentase sebagai pemenangan. Itu untuk biaya operasional kementrian yang anggarannya belum cair, ujarnya.

Lalu ketika ditanya Hakim Anggota Sofialdi mengapa keterangannya berbeda, Rosa beralasan saat menjawab itu dirinya masih dalam kondisi bingung dan stress karena ditangkap penyidik KPK sehingga tidak mengerti bahasa apa yang harus digunakan.

Ditangkap KPK, kaya separuh jiwa saya hilang, kaya stress, saya bingung. Sekarang saya sudah tenang, sudah bisa mengingat semuanya apa yang dikatakan, jelasnya.

Rosa juga mengakui, bahwa insiatif untuk meminta bantuan PT DGI agar menyediakan dana yang dibutuhkan Wafid itu adalah darinya. Awalnya Wafid meminta perusahannya, PT Anak Negeri yang bisa menyediakan dana sebesar Rp5-6 miliar tersebut, namun ditolak M Nazaruddin.

Saya katakan maaf kami tidak bisa membantu, tapi nanti saya akan usahakan ke Duta Graha Indah, ujar Rosa. Hingga akhirnya PT DGI mampu menyanggupi permintaan itu walau hanya Rp3,2 miliar.[bay]

#wisma atlet #wafid muharam #sesmenpora
BERITA TERKAIT
Diperiksa KPK, Anak Yasonna Laoly Ditanya Soal Ini
KPK Dalami Persetujuan Gamawan Di Proyek IPDN
KPK Surati Erick Thohir Soal Dirut Jasa Marga
Dirut AP2 Jelaskan Maksud Sinergitas Antar BUMN
Instruktur Pramuka Cabul Dihukum Kebiri 3 Tahun
Santri Keracunan Tongkol, Polisi Periksa 5 Saksi
Waspada! Uang Palsu Bekasi Beredar di Malang

kembali ke atas