NASIONAL

Kamis, 06 Oktober 2011 | 03:30 WIB

Ketika Hatta Rajasa Bicara Pancasila

Agus Rahmat
Ketika Hatta Rajasa Bicara Pancasila
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa inilah.com/dok

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa menyampaikan bahwa bahaya disintegrasi bangsa harus disikapi dengan pengamalan Pancasila. Sebab, Pancasila adalah perisai yang melindungi bangsa Indonesia dari bahaya disintegrasi atau perpecahan.

"Di sinilah letak pentingnya kita memaksimalkan pengimplementasian nilai-nilai Pancasila sebagai perisai utama dalam melindungi integritas nasional bangsa Indonesia," tegas Hatta dalam pidato kebangsaannya di Jakarta, Rabu (5/10/2011).

Hatta menjelaskan, perkembangan dewasa ini, diakuinya banyak tantangan yang harus dihadapi. Termasuk, ada sekelompok orang yang menginginkan disintegrasi yang tidak konstruktif. Menurutnya, dalam menghadapi kelompok tersebut, tidak perlu dilakukan dengan reaktif.

"Menghadapi kelompok ini, kita tidak boleh terlalu reaktif dengan melakukan tindakan-tindakan represif. Untuk menyelesaikan persoalan yang berdimensi internal ini, pendekatan yang dilakukan hendaknya bersifat persuasif yang dilandasi oleh cinta kasih antara sesama anak bangsa," jelas Ketua Umum DPP PAN tersebut.

Sementara itu, perkembangan arus globalisasi juga menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia ke depan. Perubahan globalisasi ditengarai bisa mempengaruhi struktur sosial, budaya generasi. Padahal, tidak semua arus globalisasi tersebut bersifat positif bagi bangsa Indonesia. "Sadar atau tidak sadar, jika tidak dikelola dengan baik, jika tidak dipersiapkan secara cukup persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan, globalisasi dapat mengikis semangat nasionalisme kita," katanya.

Untuk itu, lanjut Hatta, perlu ada internalisasi idiologi nasionalisme. Agar, semangat kebangsaan tetap terwujud dalam generasi bangsa ke depannya. "Dalam menghadapi globalisasi, kita seyogyanya tidak perlu merasa takut dan gamang terhadap fenomena pluralisme global. Kesadaran yang utuh akan membawa kita pada suatu kenyataan bahwa secara faktual bangsa Indonesia adalah bangsa paling pluralis di muka bumi," terangnya. [gus]

#pancasila #hatta radjasa
BERITA TERKAIT
Penjelasan Kemenag, Pancasila Tak Boleh Diganti
Prabowo Bahas Isu Strategis di Pertemuan ADMM
Prabowo Bahas Kerjasama Pertahanan dengan Rusia
Sekolah Diserang Ulat Bulu, Murid Dipulangkan
Satpol PP Razia Kos, Wanita Ini Ngumpet di Lemari
Kombes Argo Yuwono Resmi Jabat Karo Penmas Polri
KPK Panggil Politikus PAN Soal Suap Pesawat Garuda

kembali ke atas