GAYA HIDUP

Senin, 17 Oktober 2011 | 08:02 WIB

Vegetarian Bisa Kekurangan Asupan Zat Besi

Dahlia Krisnamurti
Vegetarian Bisa Kekurangan Asupan Zat Besi
Ilustrasi sevilla.com

INILAH.COM, Jakarta - Bagi sebagian perempuan mendapatkan tubuh langsing sering dilakukan dengan mengggunakan diet vegetarian. Namun siapa sangka ternyata penganut vegetarian bisa terancam kekurangan zat besi.

Kandungan zat besi lebih banyak ditemui pada protein hewani ketimbang sayuran. Hal inilah yang membuat kaum vegetarian sering dicurigai lebih rentan terkena anemia ketimbang kelompok non-vegetarian.

Padahal, sebenarnya belum ada kesimpulan pasti terkait risiko anemia pada vegetarian.

Menurut dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, meskipun stok zat besi pada kelompok vegetarian lebih rendah dibandingkan non-vegetarian, kadar zat besi mereka belum tentu ada pada level defisiensi atau kekurangan.

Menurut ahli gizi dari IPB Drs. Rimbawan, PhD, kunci dari diet vegetarian yang sehat adalah keanekaragaman. Artinya, pangan yang kurang nutrisi A harus ditutupi dengan pangan yang kaya nutrisi A.

Diet vegetarian yang sehat dan bervariasi mencakup buah, sayur mayur, padi-padian, kacang-kacangan dan biji-bijian, termasuk produk susu dan telur bagi lakto-ovo vegetarian.

Nah, kalau Anda seorang vegetarian, ada baiknya jika Anda meningkatkan asupan zat besi lewat suplemen jika memang tidak bisa mendapatkan secara alami.

Kelompok vegetarian juga bisa menemukan sumber protein tinggi pada tempe dan tahu. Selain mampu mencegah anemia, kedua jenis pangan itu juga kaya kalsium. Konsumsi kacang-kacangan juga perlu diperbanyak untuk menambal kekurangan protein hewani. [mor]

#vegetarian #zat besi #diet
BERITA TERKAIT
(Kemenparekraf) Layanan Wisatawan Saat Bandara Ditutup Disimulasi
Wishnutama, Soal Isu Toba-Bali Ramah Wisman Muslim
Ini Empat Destinasi Wisata Kekinian di Tangerang
(Candi Darling) Situs Wisata Candi Ratu Boko Ditanami Ribuan Pohon
Perhatian Orangtua Ketika Memilih Mainan Anak
Beasiswa beri Semangat untuk Anak Belajar
Tantangan Kesehatan di Era Industri 4.0

kembali ke atas