EKONOMI

Senin, 17 Oktober 2011 | 17:16 WIB

Dirjen BC: Dokumen BM Mobil PT belum Lengkap

Mosi Retnani Fajarwati
Dirjen BC: Dokumen BM Mobil PT  belum Lengkap
Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono Foto : Ist

INILAH.COM, Jakarta -Dirjen Bea Cukai menegaskan, belum keluarnya mobil pintar yang dimiliki beberapa perguruan tinggi belum melunasi biaya sewa gudang penyimpanan.

Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono mengatakan, mobil pintar yang turut diperagakan dalam ajang mobil hemat di Malaysia baru-baru ini, adalah barang re-import yang tidak dikenakan bea masuk alias nol persen.

Namun, lanjutnya, karena perguruan tinggi terkait menggunakan perusahaan impor yang berbeda dengan saat mengirim mobil ke Malaysia. Akibatnya dokumen harus diperbarui. Hal inilah yang menimbulkan salah persepsi di kalangan mahasiswa terkait.

"Soal mobil pintar, teman-teman mahasiswa ini melakukan proses diluar, setelah selesai, dikembalikan di reimport. Hanya ternyata yg me reimport bukan mahasiswa, tapi di impor oleh importir umum. Nah, importir umum ini kelihatannya tidak begitu menguasai peraturan kepabeanan," tuturnya ketika ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Senin (17/10).

Hal tersebut, lanjutnya, yang menyebabkan mobil pintar lama tersimpan di gudang penyimpanan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara sehingga biaya sewa kian membengkak.

"Sehingga tertumpuk terlalu lama di tempat penimbunan, di gudang pelabuhan. Itulah yang membuat ongkosnya menjadi mahal. Nah kelihatannya temen-teman mahasiswa ini salah persepsi, seolah-olah bea masuknya menjadi tinggi," katanya. [hid]

#bea cukai
BERITA TERKAIT
Di Forum Mentan Sedunia, SYL Bawa Tiga Misi Pangan
Pakar IPB Dorong Kolaborasi Ekonomi Lokal
Kemendes PDTT Wakili RI di Pertemuan OECD Paris
Mentan Bangga Kopi Blawan Dihargai Mahal di Jerman
(Kementan) Alokasi dan Penggunaan Pupuk Sesuai Kebutuhan
Kisruh di TVRI, Rizal Ramli Dukung Helmi
DPR Dukung Ahok dan Moeldoko Berantas Mafia Migas

kembali ke atas