PASAR MODAL

Senin, 17 Oktober 2011 | 18:31 WIB

Kesepakatan G20 Sukses Gelorakan Hasrat Pasar

Ahmad Munjin
Kesepakatan G20 Sukses Gelorakan Hasrat Pasar
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta Rupiah dan IHSG kompak naik. Hasrat pasar atas aset-aset berisiko semakin bergelora setelah G20 memberikan deadline bagi Uni Eropa untuk mengatasi krisis hingga 23 Oktober.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, penguatan rupiah hari ini terutama ditopang oleh tumbuhnya hasrat pasar atas aset-aset berisiko (risk appetite). Kondisi ini dipicu oleh para pembuat kebijakan Uni Eropa dari hasil rapat G20 kemarin yang memberikan sinyal adanya kesepakatan untuk memecahkan kekacauan utang regional dan rekapitalisasi perbankan.

G20 memberikan deadline hingga 23 Oktober 2011 saat acara puncak European Union Summit. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terkuatnya 8.810 dan 8.850 sebagai level terlemahnya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (17/10).

Kurs rupiah $ di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (17/10) ditutup menguat 27 poin (0,30%) ke level 8.816/8.826 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu 8.843/8.853.

Antara lain, lanjut Christian, komentar dari Menteri Keuangan Perancis yang menyatakan telah tercapai kesepakatan untuk mereduksi utang Yunani, mencegah penyebaran krisis, dan proteksi perbankan Eropa. "Itu membuat para investor optimistis," tandas Christian.

Meski begitu, lanjutnya, menteri keuangan Jerman, menyatakan, persoalan utang Yunani tidak akan bisa dipecahkan tanpa haircut atau write off yang lebih besar. "Semua itu baru akan disepakati pada 23 Oktober saat pertemuan puncak Uni Eropa," imbuhnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah 0,05% ke level 76,87 dari sebelumnya 77,01. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3878 dari sebelumnya US$1,3861 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) sebesar 64,33 poin (1,76%) ke level 3.729,015 salah satunya dipicu oleh kabar dari G20 semalam yang menyepakati komitmen untuk membantu penyelesaian krisis utang Eropa. Kesepakatan itu, membuat investor memiliki keyakinan krisis utang Eropa bisa teratasi, ujarnya.

Pada saat yang sama, lanjutnya, data penjualan ritel AS juga dirilis naik 1,1%. Di sisi lain, asing sudah masuk ke pasar domestik meski sempat diwarnai net sell sebesar Rp169 miliar akhir pekan lalu. Tapi, dalam tiga hari terakhir net buy asing sudah mencapai Rp2 triliun, ungkap Cece.

Indeks juga, imbuhnya, mendapat dukungan dari kenaikan harga komoditas minyak mentah dunia ke level US$87 per barel. Itu menandakan arah pergerakannya menuju level psikologis US$90 per barel, imbuhnya. [mdr]

#rupiah #ihsg
BERITA TERKAIT
Libur Imlek Redam Aksi Virus Corona di Bursa Asia
Harga Minyak Turun 2% Terserang Virus Corona
Virus Corona Picu Investor Pilih Emas
Bursa Saham Asia Bisa Berakhir Positif
Bursa China Jatuh Terserang Virus Corona
Investor Bursa Eropa Cemaskan Virus Corona Baru
IHSG Berhasil Bertahan di Area Hijau di 6.241,88

kembali ke atas