EKONOMI

Senin, 17 Oktober 2011 | 19:41 WIB

Lolos Reshuffle, Menkeu Takut Kena Krisis Global

Mosi Retnani Fajarwati
Lolos Reshuffle, Menkeu Takut Kena Krisis Global
Menteri Keuangan Agus Martowardjojo inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardjojo khawatir Indonesia bakal kehilangan kepercayaan global sebagai dampak krisis yang berkepanjangan.

"Kalau kita lihat di dunia, analisa di dunia itu juga mengatakan Indonesia itu termasuk yang kinerjanya baik. Itu jadi catatan, di pertemuan G20 itu mengatakan Indonesia termasuk negara yang pertumbuhan dan kondisi fundamentalnya baik," paparnya di Gedung Kementerian Keuangan, Senin (17/10).

Kendati demikian, lanjut Agus, dampak krisis ekonomi global bisa masuk melalui tiga jalur. Pertama, kepercayaan dunia terhadap pemerintah Indonesia dalam menjaga perekonomian tanah air. "Nah kalau kepercayaan begitu semua orang tidak nyaman di negara berkembang Indonesia bisa kena," tuturnya.

Selanjutnya, jalur kedua adalah aspek perdagangan. Menurutnya, bila negara-negara tujuan ekspor Indonesia mengalami dampak dari krisis ekonomi global maka secara tidak langsung, Indonesia akan tertular dampaknya.

"Kita ini dominasinya ke eksportir mana, ke Jepang, China, dan India, kalau tiga (negara) ini kena, itu bisa kena ke Indonesia," paparnya.

Dan yang ketiga adalah melalui jalur perbankan. Ia menilai, penempatan dana perbankan Indonesia di negara-negara Eropa berpotensi menimbulkan dampak domestik.

"Terus kalau yang keuangan, perbankan di Eropa yang punya klaim besar kepada Asia Pasifik itu takutnya bisa kena ke kita," tandasnya. [hid]

#reshuffle #menkeu #agus martowardojo #uang eropa #eks
BERITA TERKAIT
Tahun Ini, Industri Baja Diramal Masih Aman
Jokowi: Jiwasraya Lama Sakit, Sembuhnya Juga Lama
Menteri Teten Siap Lelang Jabatan 3 Posisi Deputi
BPJS Makin Mahal, Partainya Prabowo Tawarkan Ini
Efeknya Minim,Jangan Mudah Tergiur Investasi China
PLN Pasok 12,5 Juta VA di Jakbar dari Power Bank
(Musim Rombak Bos BUMN) Iqbal Tergusur dari Taspen, Antonius Naik

kembali ke atas