NASIONAL

Selasa, 18 Oktober 2011 | 02:25 WIB

Anggota Banggar DPR Laporkan Sekjen Ombudsman

Yudha Marhaena Setiawan
Anggota Banggar DPR Laporkan Sekjen Ombudsman

INILAH.COM, Jakarta - Tak terima dituduh 'bermain' anggaran, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Miryam S Haryani melaporkan Sekretaris Jenderal Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Suhariyono, ke Polda Metro Jaya.

Elza Syarief selaku kuasa hukum Miryam mengatakan, Anggota Komisi II DPR itu melaporkan Suhariyono tekait pencemaran nama baik dan fitnah. Menurutnya, kliennya tidak terima dengan tuduhan Suhariyono yang menyebutnya 'bermain' anggaran dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2011.

"Laporan pertama tentang pencemaran nama baik atau fitnah dengan terlapor Suhariyono. Saat ini, dia (Suhariyono) tercatat sebagai Sekjen Ombudsman," kata Elza saat melaporkan di Polda Metro Jaya, Senin (17/10/2011),

Menurut Elza, Suhariyono telah mencemarkan nama Miryam melalui keterangan yang disampaikan pada Majalah Tempo. Ia merujuk pada artikel berjudul Nol untuk Ombudsman yang terbit di majalah Tempo pada 19 September lalu.

"Yang pertama di media massa itu di Tempo, kemudian menyusul di Kompas dan Sindo. Di situ, jelas dia sampaikan keterangan secara terbuka yang mengatakan klien saya seolah-olah minta proyek," ujar Elza.

Elza memastikan, kliennya tidak mungkin melakukan hal itu karena tidak berada di posisi strategis melakukan tawar-menawar anggaran.

"Karena Yani (Miryam S Haryani) bukan siapa-siapa yang bisa menentukan dia bisa menggolkan anggaran atau tidak. Jadi saya bisa pastikan, bukan mau dahului Tuhan, bahwa pernyataannya itu tidak benar," terangnya.

Selain itu, Miryam juga melaporkan tindak pidana pemerasan dan ancaman yang diterimanya. Miryam mengaku diperas oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya, melalui pesan singkat ke nomornya.

"SMS ancaman dan pemerasan itu dikirim dari lima nomor berbeda," jelas Elza Syarief.

"Salah satu SMS-nya itu isinya kurang-lebih 'Kamu ini mafia anggaran', terus 'kamu punya uang banyak, bagi uangnya ke kami kalau kamu nggak bagi, kita blow up'," tandasnya.[iaf]

#banggar #dpr #ombudsman
BERITA TERKAIT
DPR Minta Pemerintah Tegas Soal Aturan Skutik
DPR Minta Kasus Bom Medan Diusut Tuntas
Reaksi Komisi III Soal STNK Online
(Kasus Threesome di Bali) DPR Imbau Kemdikbud Evaluasi Sistem Rekrutmen
Gandeng Interpol Soal SN, KPK Dinilai Berlebihan
Wacana Pembubaran TP4D, Ini Kata Komisi III
Tersangka Kasus Suap Impor Ikan Segera Diadili

kembali ke atas