EKONOMI

Sabtu, 29 Oktober 2011 | 10:03 WIB

Hadapi Krisis, Bapepam Siapkan CMP

Agustina Melani
Hadapi Krisis, Bapepam Siapkan CMP
kontan.co.id

INILAH.COM, Lombok - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terus mengembangkan Crisis Management Protocol (CMP) sebagai peringatan dini mengantisipasi krisis.

Skema Crisis Management Protocol (CMP) melibatkan berbagai lembaga seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan LPS. Empat hal yang menjadi faktor utama sebagai early warning yaitu indeks saham,SBN, kurs, dan aliran dana masuk.

Menurut tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Lembaga Keuangan Bapepam-LK, Dumoly Pardede, regulator memiliki alat-alat yang sudah matang sebagai peringatan saat krisis. Regulator terus menyempurnakan sistem untuk CMP. Hal itu dilakukan untuk merespon kegoncangan pasar.

"Untuk kementerian keuangan ada tiga unit yang berkaitan dengan masalah krisis yaitu Bapepam-LK, BKF, dn DJPU. Ada pun yang jadi pedoman dasar yang perlu diteliti bila terjadi krisis antara lain Dana Pensiun, asuransi, pasar modal, pasar SBN, dan resiko fiskal," ujar Dumoly kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, CMP strategis diimplementasikan melalui forum koordinasi Kemenkeu, Bank Indonesia, regulator sektor keuangan dan LPS. Early warning indikator menunjukkan adanya permasalahan di sektor keuangan.

Adapun early warning tersebut melihat indikator makro dan mikro. "Indikator tersebut dinalisis oleh operational dan strategic CMP office dan menjadi bahan masukan dalam rapat di masing-masing otoritas dn forum koordinasi," kata Domuly.

Indeks yang sedang dikembangkan meliputi indeks asuransi, indeks perusahaan pembiayaan, indeks dana pensiun, indeks pasar modal, indeks reksa dana dan indeks non bank. [hid]

#cmp #Crisis Management Protocol #ihsg #rupiah
BERITA TERKAIT
10 Destinasi Wisata Ini Manfaatkan Tenaga Surya
Pengawasan OJK Jeblok, DPR Bentuk Badan Supervisi
Nasib Bisnis Vape, Terawan Janji Tampung Aspirasi
Indef: Bos BUMN Harus Steril Parpol & Kasus Hukum
(Swasembada Hortikultura) KPPU: Lanjutkan Wajib Tanam Importir Bawang Putih
Revisi PP 109/2012 Ancam Industri Hasil Tembakau
Panarub Group Berkesan Soal Fasilitas KB Bea Cukai

kembali ke atas