NASIONAL

Sabtu, 29 Oktober 2011 | 23:14 WIB

Ical: Jangan Saling Menjatuhkan

Ical: Jangan Saling Menjatuhkan
Aburizal Bakrie inilah.com/Dok

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta semua pihak untuk berpikir positif sehingga tidak lagi saling menjelekkan dan saling menjatuhkan.

"Kita tak perlu lagi saling menjelekkan. Kita harus bersama-sama membangun dan tak perlu lagi saling menjatuhkan," kata Ketum DPP PG Aburizal Bakrie pada puncak perayaan HUT ke 47 PG di Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu malam.

Puncak acara HUT ke 47 PG tersebut dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ibu Ani Yudhono serta Edhi Baskoro atau Ibas dan puluhan ribu kader Partai Golkar.

Lebih Lanjut Ical menjelaskan Presiden SBY baru saja melakukan perombakan kabinet, karena itu berikan kesempatan kepada Kabinet Indonesia Bersatu II untuk melaksanakan tugasnya. Menurut Ical, semua pihak harus memberikan kepercayaan agar pemerintahan SBY-Boediono bisa menjalankan tugasnya hingga 2014.

"Indonesia harus bergerak cepat, negara dan bangsa lain sudah bergerak cepat. Kita tak boleh lagi bimbang dalam menentukan prioritas," kata Ical.

Sebagai partai pendukung pemerintah, tambahnya akan mendukung pemerintahan SBY-Boediono hingga 2014. Menurut Ical posisi Partai Golkar adalah sebagai sahabat sejati.

"Posisi Partai Golkar sebagai sahabat ramah tetapi tegas, kritis tapi loyal, santun tapi berani mengungkapkan apa adanya untuk kebaikan semua," kata Ical.

Sementara dalam persoalan ekonomi, Ical meminta semua pihak mewaspadai krisis ekonomi di Eropa. Untuk itu Ical mengusulkan agar segera menutup kran impor dan membuka lapangan pekerjaan.

Sedangkan untuk penegakkan hukum, Ical mengusulkan agar dirumuskan jangka waktu kapan Komisi Pemberantasan Korupsi harus dibubarkan.

"Kepolisian dan kejaksaan perlu diberikan kepercayaan untuk melaksanakan pemberantasan korupsi. Jika tidak diberikan kesempatan kapan lagi kepolisian dan kejaksaan akan berbenah. Karena itu perlu dirumuskan jangka waktu agar tidak terus terjebak dalam posisi transisi," kata Ical.

Pada pidato penutupannya Ical menegaskan bahwa Partai Golkar akan mendukung SBY-Boediono hingga akhir jabatan. Golkar tambah Ical akan berbesar hati dan siap untuk memberikan tempat bagi parpol lain untuk berada di depan.

"Tetapi jika diperlukan oleh negara Partai Golkar siap untuk berada di depan," kata Ical.

Rangkaian puncak acara HUT ke 47 diramaikan dengan persembahan tari kolosal serta dimeriahkan oleh beberapa artis ibukota. [ant/lal]

#hut #golkar #ical
BERITA TERKAIT
Larangan Airlangga Dilanggar Pendukungnya Sendiri
(Alasan SOKSI Jagokan Bamsoet) Kaderisasi Golkar Mati di Era Airlangga
Ketum FKPPI: Golkar Butuh Terobosan Bamsoet
(Alasan Pemuda Pancasila Dukung Bamsoet) Airlangga Jalankan Kepemimpinan Elitis
Munas Golkar, Aklamasi Hanya untungkan DPD I
Munas Golkar, DPD II Jangan Terjebak Manuver DPD I
Pemilihan Aklamasi Akan Hancurkan Golkar

kembali ke atas