EKONOMI

Minggu, 30 Oktober 2011 | 15:18 WIB

Jangan Takut, Tapi Jangan Gegabah Soal FTA

Sandiyu Nuryono
Jangan Takut, Tapi Jangan Gegabah Soal FTA
Menko Perekonomian Hatta Rajasa inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah tidak takut terhadap dampak perdagangan bebas (free trade), asalkan dibarengi dengan CEPA (Comprehensif Economics Partnership Agreement).

Jadi jangan terlalu takut walaupun kita jangan gegabah terhadap free trade. Saya selalu mengatakan free trade hanya bagian dari komponen CEPA atau Comprehensif Economics Partnership Agreement, ucap Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Lapangan Monas Jakarta, Minggu (30/10).

Dengan adanya CEPA, lanjut Hatta, maka akan ada protokol atau instrumen yang mengatur sehingga bila terjadi ketidakseimbangan neraca perdagangan (inbalance on trade) maka akan bisa segera pulih.

"Akan ada instrumen CEPA yaitu capacity building dan bantuan teknis yang memungkinkan bisa balance lagi antara ekspor dan impor. Kalau kita melihat pada trade of volume dan balance of trade maka kita masih surplus, tuturnya.

Terkait antisipasi dampak negatif free trade, Hatta menjelaskan, pemerintah sudah melakukan koordinasi antara menteri perdagangan dan menteri perindustrian.

Kita sudah berkoodinasi, Mendag, Menperin, ke depan kita berhati-hati terhadap free trade. Bukan kita tidak setuju. Kita menginginkan CEPA itu tidak sekedar free trade agreement. Kalau free trade saja nanti akan terjadi ketidak-balance-an (ketidakseimbangan). Nanti impornya terlalu banyak. Kita harus mengembangkan instrument early warning system, paparnya.

Sementara mengenai Indonesia yang dijadikan sasaran empuk bagi produk-produk impor hingga dikhawatirkan dapat mematikan produk nasional, Hatta menuturkan, tidak perlu ditakutkan.

Kita tidak usah melihat bahwa kita akan menjadi pasar. Memang pasar kita besar. Semua negara mengincar pasar besar Indonesia. Ingat setap tahun ada 8-9 juta kelas menengah baru. Itu artinya 2,5 kali lipat penduduk Singapura. Itu pasar yang besar. Memang negara-negara mengincar pasar itu, katanya.

Oleh sebab itu, kita harus pandai menjaga pasar domestik kita, memperluas pasar domestik kita agar mesin-mesin produksi nasional kitalah yang menguasai pasar domestik, tandasnya. [mre]

#free trade agreement #fta #perdagangan bebas
BERITA TERKAIT
Dilebur ke BPJS Naker, Taspen Manut Pemerintah
Agus:Virus Corona China Tak Pengaruhi Ekspor-Impor
Pertamina Kondisikan Transisi Blok Rokan Aman Jaya
Kementan-Kemenkop Bangun Korporatisasi Pertanian
Bea Cukai Parepare Responsif Layani Kapal Wisata
Bulog Siap Sinergi Korporasi Petani Lewat Koperasi
Bea Cukai Sumut Beri Izin KITE PT Rubber Hock Lie

kembali ke atas