NASIONAL

Minggu, 30 Oktober 2011 | 20:48 WIB

PPP: Survei LSI Menyesatkan

Bayu Hermawan
PPP: Survei LSI Menyesatkan
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Politisi Partai Persatuan Pembangunan meminta agar lembaga-lembaga survei bisa mengedepankan etika, rasionalitas dan kejujuran akademik dalam menyusun dan mempublikasi sebuah hasil survei.

Hal tersebut disampaikan oleh M Romahurmuziy, menanggapi hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menunjukan masyarakat memiliki pandangan buruk terhadap para politisi muda.

"PPP menghimbau lembaga-lembaga survei untuk mengedepankan etika, rasionalitas, dan kejujuran akademik, dalam menyusun dan mempublikasikan sebuah survey. Jangan menyesatkan masyarakat dengan mengatasnamakan pendekatan saintifik," ucapnya Minggu (30/10/2011).

Menurut Sekjen PPP survei yang dipublikasikan LSI tentang persepsi buruknya politisi muda disumbang hanya oleh persepsi atas kelakuan segelintir politisi saja, yang sebenarnya tidak lagi dikategorikan muda.

"Generalisasinya yang dicantumkan sebagai pertanyaan kuesioner denga hanya mencuplik segelintir politisi tadi terlalu berlebihan. Kategorisasi muda di bawah 50 thn juga sangat tendensius dan menyesatkan, karena bertentangan dengan UU Kepemudaan dan norma yang diakui masyarakat, bahwa pemuda itu adalah yang berumur kurang dari 30 tahun.

Romahurmuziy juga menilai LSI cenderung terkesan sangat tidak jujur, tidak rasional dan tidak profesional. Penilaian tersebut diberikan karena pada kenyataannya tidak ada politisi di bawah 40 tahun yang menduduki jabatan penting di parpol. "Ini juga sebuah pembodohan dan pembohongan karena kenyataannya banyak parpol yang pengurus intinya berusia di bawah 40 tahun," tegasnya.[bay]

#ppp #lsi
BERITA TERKAIT
PPP Siap Islah Kultural dan Struktural
Bom Medan, Polisi Kembali Amankan 26 Tersangka
(Dalam Asean Defence Ministers Meeting) Prabowo Bertemu Menhan Jepang, AS & New Zealand
Dirut AP2 Tegaskan Tak Ada Arahan Soal Proyek BHS
Prabowo Hadiri Pertemuan Menhan se-Asean
(Kasus Suap Bupati Cirebon) KPK Tetapkan GM Hyundai Tersangka
Puluhan Santri Keracunan Usai Makan Ikan Tongkol

kembali ke atas