NASIONAL

Senin, 31 Oktober 2011 | 03:26 WIB

Gugat Ke MK Dianggap Mencederai Rakyat Banten

Agus Rahmat
Gugat Ke MK Dianggap Mencederai Rakyat Banten
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Rencana gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh dua pasang calon Gubernur Banten yang kalah, dianggap mencederai pilihan rakyat. Angka kemenangan pasangan Atut-Rano yang hampir mencapai 50 persen, dinilai telah memiliki legitimasi yang tinggi.

Partai Golkar, salah satu yang mengusung Atut-Rano, menilai kemenangan yang mencapai hampir 50 persen adalah fakta politik. Walau pengaduan ke MK adalah jalur yang sah, namun menurutnya tidak bisa dijadikan alasan untuk menggugat hasil itu.

Kita tidak bisa mengabaikan begitu saja suara Rakyat yang hampir 50 persen tersebut. Ini harus diterima sebagai fakta politik yang jernih. Tidak boleh dicederai oleh ketidakpuasan yang kalah dengan alasan prosedur demokrasi, ujar politisi Golkar Tb. Ace Hasan Syadzili melalui rilis yang diterima INILAH.COM, Minggu (30/10/2011).

Dia menjelaskan, demokrasi menghajatkan legitimasi yang besar. Ketika selisih suara begitu timpang, maka kekalahan harus diterima dengan lapang dada. Jangan sampai ketika ditemui sedikit masalah lalu diekspresikan secara berlebihan sehingga menutupi kenyataan amanah dan kepercayaan yang telah diberikan rakyat kepada Atut-Rano.

Demokrasi itu pasti melahirkan yang menang dan kalah. Jangan sampai legitimasi dan kepercayaan yang telah diberikan rakyat Banten dicoreng oleh pihak yang tidak siap menerima kenyataan dalam demokrasi, ujarnya tegas.

Masyarakat Banten, menurutnya telah menunjukkan kematangan dalam berdemokrasi. Terbukti proses pemilukada Banten berjalan dengan sangat demokratis, terbuka, jujur, dan bebas dari praktek politik yang kotor. Masyarakat berpartisipasi aktif meluangkan waktu, pikiran, dan energinya dengan penuh antusias memilih mereka yang terbaik.

Jangan proses demokrasi yang sudah berjalan baik dan fair ini dicederai oleh ketidakpuasan pasangan yang kurang beruntung, ujarnya mengingatkan.

Demi kebaikan Banten ke depan, mantan Presiden Mahasiswa UIN Jakarta ini menyarankan Atut-Rano merangkul pihak-pihak atau masyarakat yang aspirasinya selama ini tidak kepada Atut-Rano. Sementara yang kalah harus legowo karena inilah pilihan rakyat.

Meski begitu, Ace tidak menampik bahwa setiap calon memiliki hak untuk melakukan gugatan ke MK sebagaimana dijamin konstitusi. Tapi saya mempunyai keyakinan bahwa gugatan tersebut tidak memiliki legitimasi yang kuat karena rakyat Banten sendiri telah memberikan kepercayaan yang begitu besar kepada Atut-Rano, katanya.

Dari hasil tersebut pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno meraih 49,64 persen suara sah. Di urutan kedua ditempati oleh Wahidn Halim dan Irna Narulita dengan perolehan 38,93 persen suara sah. Sementara pasangan Jazuli Juwaini dan Makmun Muzakki, menempati urutan terakhir dengan perolehan 11,42 persen.

Pasangan incumbent Ratu Atut dan Rano Karno berhasil memenangkan Pilkada Provinsi Banten di Kota dan Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, serta Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Pasangan ini hanya kalah di Kota Tangerang. [gus]

#pilgub banten #mk
BERITA TERKAIT
Prabowo Bahas Kerjasama Pertahanan dengan Rusia
Sekolah Diserang Ulat Bulu, Murid Dipulangkan
Satpol PP Razia Kos, Wanita Ini Ngumpet di Lemari
Kombes Argo Yuwono Resmi Jabat Karo Penmas Polri
KPK Panggil Politikus PAN Soal Suap Pesawat Garuda
Perlu Pemahaman Menyoal Radikalisme-Deradikalisme
Enam Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Cirebon

kembali ke atas