PASAR MODAL

Rabu, 16 November 2011 | 18:51 WIB
(Rupiah & Saham Menguat Tipis)

Secercah Harapan dari Italia-Yunani

Ahmad Munjin
Secercah Harapan dari Italia-Yunani
inilah.com/Dok

INILAH.COM, Jakarta Rupiah dan IHSG kompak naik tipis. Ada secercah harapan pasar terhadap parlemen Yunani soal mosi kepercayaan pada perdana menteri baru. Begitu juga dengan Italia.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu oleh munculnya harapan Parlemen Yunani bisa memberikan mosi kepercayaan kepada perdana menteri baru Lucas Papademos nanti malam. Di sisi lain, lanjutnya, pasar juga optimistis atas pemerintahan yang akan dibentuk oleh pemerintahan baru Italia.

Pada saat yang sama, kata Firman, BI juga terus menjaga rupiah agar tetap betah di bawah 9.000 per dolar AS. "Karena itu, rupiah ditutup di level terkuatnya 8.988 setelah mencapai level terlemahnya 9.045 per dolar AS, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (16/11).

Kurs rupiah $ di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (16/11) ditutup menguat tipis 2 poin (0,02%) ke level 8.988/8.999 per dolar AS dari posisi kemarin 8.990/9.000.

Firman menambahkan, penguatan rupiah masih terbatas. Sebab, bagaimanapun pasar masih mencemaskan kenaikan yield obligasi zona euro lebih lanjut. "Terutama, setelah kemarin, yield obligasi dengan tenor 10 tahun di berbagai negara di Eropa terus meningkat," paparnya.

Peningkatan itu, lanjutnya, dipicu oleh Italia yang yield obligasinya tembus ke atas 7% ke level 7,502%. Begitu juga yield obligasi Spanyol yang tembus 6%. "Semua obligasi pemerintah zona euro mengalami kenaikan kecuali Jerman," paparnya. "Investor pesimistis, Eropa dapat menghentikan kenaikan yield obligasi lebih lanjut."

Alhasil, dolar AS masih menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS naik ke level 77,949 dari sebelumnya 77,872. "Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1,3530 dari sebelumnya US$1,3536 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan, penguatan tipis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) 0,25 poin (0,01%) ke level 3.814,09 00 seiring kenaikan penjulan ritel di AS untuk Oktober 2011.

Karena itu, pelemahan indeks sejak pagi masih dalam kisaran yang tipis di bawah 1% meskipun sudah tembus ke bawah 3.800. Sesuai harapan, indeks bisa bertahan di atas 3.800 sehingga indeks berpeluang kembali menguat, ucapnya. [mdr]

#rupiah #valas
BERITA TERKAIT
Bursa Saham Asia Bisa Bergerak Positif
Bursa Saham Eropa Melenggang di Area Hijau
IHSG Amankan Kenaikan hingga ke 6.152,11
(Konsisten Dukung Pemprov DKI Jakarta) Bank DKI Raih Penghargaan BPD Terbaik
Trump Ingin Negosiasi Tarif Lebih Untungkan AS
Bursa Saham Asia Berakhir Positif
PT Kino Siap Bagi Dividen 27 Desember 2019

kembali ke atas