EKONOMI

Sabtu, 19 November 2011 | 09:02 WIB

IMF Butuh Dukungan Politik Bailout ke Yunani

Mosi Retnani Fajarwati
IMF Butuh Dukungan Politik Bailout ke Yunani
IST

INILAH.COM, Athena - Dana Moneter Internasional (IMF) bersama Uni Eropa enggan mengguyurkan paket dana talangan (bailout) lanjutan untuk Yunani sebesar US$148 miliar, hingga ada kepastian dukungan politik yang kuat atas pinjaman tersebut.

"Sangat penting bila para pemimpin negara-negara persatuan ini menyatakan komitmennya atas pelaksanaan program penyelamatan ekonomi. Bila dukungan politik tersebut sudah dapat dipastikan, kami akan melanjutkan program pengguyuran dana," ungkap juru bicara IMF David Hawley seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (18/11).

Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos memenangkan mandat selama tiga bulan untuk menerapkan langkah-langkah penyelamatan anggaran dan memastikan pelaksanaan paket talangan tahap kedua dari IMF dan Uni Eropa, yang telah disepakati bulan lalu.

Pemerintah Yunani akan mencairkan dana talangan tahap pertama sebesar 8 miliar euro pada pertengahan Desember nanti. IMF, yang pada tahap awal akan mengucurkan dana sekitar 2,2 miliar euro dari 8 miliar euro berharap mendapat dukungan politik yang kuat. Demikian ungkap Hawley.

Menteri keuangan Eropa berharap adanya komitmen tertulis dari pemerintahan Yunani sebagai bentuk jaminan. Hal tersebut diungkapkan Komisioner Uni Eropa bidang Ekonomi dan Moneter Olli Rehn, awal bulan ini.

Papademos, yang memenangkan mosinya kemarin (17/11), juga telah menuntaskan rencana anggaran tahun depan dan mulai melaksanakan voluntary debt swap, sebagai bagian dari pengguyuran dana talangan tahap kedua.

Hawley juga mengatakan, pihaknya akan mulai mengkaji kondisi kemajuan Italia terkait program penyelamatan krisis, pada akhir bulan ini. Hingga kini, Italia masih belum meminta bantuan keuangan kepada IMF.

Ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan krisis utang Eropa, ia mengatakan ada "keprihatinan besar" tentang wilayah tersebut. "Adalah hal penting bila pemerintah Eropa bergerak secepatnya untuk mengimplikasikan rencana mereka untuk memperkuat kerangka kerja manajemen krisis yang komprehensif," tandasnya. [mdr]

#eropa #uni eropa #imf #yunani #italia
BERITA TERKAIT
Sistem Kelistrikan Kalimantan Kembali Normal
Permentan Bawang Putih, Pengusaha Bereaksi Begini
(Skandal Keuangan Jiwasraya) Kader Gerindra Ini Lebih Sreg Pansus Jiwasrayagate
Tim Ekonomi Jokowi Kurang Kreatif, Utang Menjulang
Pengamat Nilai SYL Serius Capai Pertanian Modern
Jokowi Resmikan Kawasan Marina Bay Labuan Bajo
Distribusi Tertutup LPG 3 Kg Dinilai Belum Siap

kembali ke atas