METROPOLITAN

Sabtu, 19 November 2011 | 21:20 WIB

Aksi Mogok Buruh, Negatif Bagi Ekonomi Jakarta

Wahyu Pradityo Purnomo
Aksi Mogok Buruh, Negatif Bagi Ekonomi Jakarta
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta- Ancaman aksi mogok yang akan digelar ribuan forum buruh Jakarta, pada Senin hingga Jumat pekan depan dianggap akan berdampak pada roda perekonomian di Jakarta.

Anggota Dewan pun berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan forum buruh dapat mencari jalan keluar.

"Aksi mogok massal seharusnya tak perlu terjadi. Untuk itu coba bersama-sama kita mencari titik temunya terlebih dahulu," kata Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Selamat Nurdin saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (19/11/2011).

Kekhawatiran Nurdin memang cukup beralasan. Pasalnya, jika nantinya aksi mogok massal yang dilakukan ribuan buruh benar-benar terjadi, maka laju perekonomian di Ibukota akan terganggu. "Adanya aksi mogok massal para pekerja ini dikhawatirkan akan memberi dampak kurang baik bagi perekonomian Jakarta," ungkapnya.

Seperti diketahui, forum buruh Jakarta mengancam melakukan aksi mogok massal, dengan menurunkan sebanyak 50 ribu buruh mengikuti aksi mogok tersebut. Aksi mogok massal ini, karena para buruh ingin tuntutan mereka tentang penetapan UMP sebesar Rp 1.529.147 dipenuhi. Pasalnya angka tersebut diperoleh setelah dilakukan survei kebutuhan hidup layak (KHL) sejak Februari hingga September silam.(ndr)

#aksi mogok buruh #perekonomian jakarta
BERITA TERKAIT
BPRD Tagih Pajak ke Rumah Para Penunggak
(Operasi Zebra Jaya) Polisi Amankan 800 Kendaraan Bermasalah Pajak
BPN Kota Depok Tertibkan Warga Berdalih Verponding
Anies Temui Pembalab Formula E Asal Belgia
Banyak Nama Cawagub, Anies: Harus Bisa Kerja Sama
Prakiraan Cuaca Ibu Kota Hari Ini
Lagi, Prostitusi Berkedok Karaoke Ditutup Anies

kembali ke atas