EKONOMI

Minggu, 20 November 2011 | 16:04 WIB
(Minta Rp7,5 Juta per Orang)

Catut Nama Dirjen Perimbangan Kemenkeu

Mosi Retnani Fajarwati
Catut Nama Dirjen Perimbangan Kemenkeu
IST

INILAH.COM, Jakarta - Penipuan mengatasnamakan Ditjen Perimbangan Kementerian Keuangan beredar melalui surat undangan palsu. Dalam surat tersebut, setiap peserta acara sosiliasasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dimintai Rp7,5 juta.

Dalam keterangan tertulis Dirjen Perimbangan Keuangan Marwanto Harjowiyono, yang dikutip Minggu (20/11), penipuan ini dilakukan mengatasnamakan acara sosialisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2012 yang akan digelar pada 22-23 November di Hotel RedTop Pecenongan Jakarta. Surat undangan untuk sosialisasi ini diterbitkan Ditjen Perimbangan dalam surat undangan Nomor Und-161/PK/2011 kepada para Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota.

Namun ternyata terdapat surat undangan palsu mengenai sosialisasi kebijakan DAK TA 2012 dengan nomor surat Und-171/PK/2011. Dalam undangan palsu dimaksud, disebutkan acara sosialisasi dilaksanakan pada hari, tanggal, dan tempat yang sama dengan sosialiasi DAK.

Dalam surat undangan palsu yang dimaksud, peserta dimintai biaya sosialisasi sebesar Rp7,5 juta dan ditransfer ke rekening bendahara panitia atas nama Galang Wijaya, dengan nomor rekening: 1486.01.000355.50.1 Bank BRI Cabang Point Square, serta Agus Wirawan dengan nomor rekening: 117.000.5899.158 Bank Mandiri Kc Jembatan 5, Jakarta Barat.

"Dalam hal ini dapat ditegaskan, bahwa penyelenggara sosialisasi kebijakan DAK TA 2012 yang akan dilangsungkan di Hotel RedTop, peserta tidak dipungut biaya," ungkap Marwanto dalam keterangan tersebut.

Ia mengimbau kepada daerah untuk tidak mempercayai adanya upaya dari berbagai pihak untuk mengambil keuntungan dari penyelenggaraan sosiaslisasi dimaksud.

"Apabila ada pihak-pihak yang mencoba meminta sejumlah uang, diharapkan dapat melaporkan kepada pihak yang berwajib," tandasnya.

#kemenkeu #dana alokasi khusus #penipuan #dirjen peri
BERITA TERKAIT
Pertamina Eksplorasi Besar-besaran
Pertamina Kontraktor Blok Corridor Pada 2026
Geothermal, Pertamina Manfaatkan Energi Bersih
Properti Masih Cerah, iVest Garap Jawa dan Bali
PLN Sambung Listrik Gratis di Aceh Besar
Kemenhub Targetkan LRT Jabodebek Selesai 2021
OJK Cabut Izin BPR Fajar Artha Makmur Depok

kembali ke atas